IndonesiaBuzz: Jakarta, 5 Maret 2024 – PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB), perusahaan pengelola Starbucks di Indonesia, mengumumkan pengunduran diri Direktur Utama, Anthony Cottan. Pengumuman ini disampaikan melalui keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 29 Februari 2024.
Sekretaris Perusahaan MAPB, Liryawati, menyatakan, “Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak Anthony Cottan dari jabatannya selaku Direktur Utama Perseroan efektif terhitung sejak tanggal surat pengunduran dirinya.” Surat tersebut, dengan nomor L-010/CS/LW/MAPB/0224, ditujukan kepada Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi.
Pengunduran diri Anthony Cottan, berdasarkan dokumen resmi perusahaan, diajukan pada 27 Februari 2024. MAPB sendiri merupakan anak usaha dari Grup Mitra Adiperkasa (MAPI).
Selama ini, Starbucks di Indonesia telah menghadapi dampak dari boikot terkait perang Israel-Palestina. Starbucks Indonesia menyatakan dukungannya terhadap nilai kemanusiaan dan mengecam kekerasan serta ujaran kebencian. Meskipun beredar informasi palsu di media sosial mengenai dukungan finansial kepada Israel, Starbucks membantahnya.
“Meskipun pernyataan yang tidak benar tersebar melalui media sosial, kami tidak memiliki agenda politik. Kami tidak menggunakan keuntungan kami untuk mendanai operasi pemerintah atau militer di mana pun–dan tidak pernah melakukannya,” kata Starbucks dalam pernyataan resminya.
Starbucks juga mengklaim telah memutus kerja sama dengan partner di Israel sejak 2003 karena tantangan operasional. Penurunan pengunjung di gerai Starbucks di Indonesia menjadi nyata, terutama setelah beberapa bulan kampanye boikot ini berlangsung.
Anthony McEvoy, Pimpinan PT Sari Coffee Indonesia, pemegang lisensi Starbucks di Indonesia, menyampaikan bahwa dampak aksi boikot ini beragam di setiap daerah, dengan rata-rata penurunan bisnis mencapai 30 persen. Dampak ini tidak hanya dirasakan oleh perusahaan tetapi juga mitra dan petani kopi di Indonesia yang menjual produknya kepada Starbucks. @cinde







