IndonesiaBuzz: Madiun, 29 September 2024 – Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Madiun nomor urut 1, Inda dan Aldi, terus bergerak aktif menyosialisasikan program-program unggulan mereka langsung kepada masyarakat, Sabtu (28/9/2024), pasangan yang dikenal dengan nama Dadi Juara ini mengunjungi dua lokasi di Kecamatan Manguharjo, yakni Kelurahan Nambangan Kidul dan Kelurahan Pangongangan.
Dalam kesempatan tersebut, Inda-Aldi memberikan penjelasan mengenai program-program mereka yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, sembari menegaskan komitmen mereka untuk mematuhi aturan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Kunjungan dimulai di Jalan Maleo, Kelurahan Nambangan Kidul, di mana pasangan Dadi disambut antusias oleh warga. Mereka memaparkan berbagai program unggulan, termasuk Permodalan Usaha Tanpa Jaminan yang diharapkan dapat membantu pengusaha kecil mengembangkan bisnisnya.
“Kami ingin warga yang memiliki usaha bisa berkembang, tidak hanya dengan modal dan peralatan, tapi juga dengan keterampilan yang memadai. Fokus kami adalah memastikan APBD digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Aldi, calon wakil wali kota.
Selain program ekonomi, pasangan Dadi juga menawarkan Pendidikan Beasiswa Keluar Negeri Gratis serta pelatihan keterampilan untuk para pengusaha. Di bidang kesehatan, mereka mengusulkan program Dokter Keliling yang akan melayani warga lanjut usia secara berkala.
“Kita perlu jemput bola. Banyak warga, terutama lansia, yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. Program ini akan membantu mereka mendapatkan perawatan tanpa harus keluar rumah,” tambah Aldi.
Pada sore hari, agenda kampanye dilanjutkan di Kelurahan Pangongangan. Aldi bersama rombongan, termasuk tokoh-tokoh dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), memulai kegiatan dengan melaksanakan salat Maghrib di Masjid Agung Kota Madiun. Aldi menegaskan bahwa mereka menghormati aturan Bawaslu dengan tidak melakukan kampanye di dalam masjid.
“Kami hanya menjalankan ibadah dan sangat menghargai aturan Bawaslu yang melarang kegiatan politik di tempat ibadah,” jelasnya.
Setelah salat, rombongan melanjutkan kegiatan dengan berkeliling di sekitar Alun-Alun dan Gang Seneng, menyapa warga, termasuk para pedagang kaki lima (PKL) dan kelompok marjinal seperti para janda. Aldi menekankan pentingnya program Sayang Seniman, sebuah inisiatif untuk meramaikan kawasan PKL melalui festival dan pagelaran seni di titik-titik strategis di Kota Madiun.
“PKL perlu dukungan lebih. Kami ingin kawasan seperti Alun-Alun menjadi lebih hidup dengan adanya kegiatan seni dan budaya,” ungkap Aldi.







