IndonesiaBuzz: Inspirasi – Bagi seorang ibu, tak ada yang lebih berharga daripada melihat anak-anaknya bisa meraih cita-cita. Itulah yang diyakini Ipit Indah, seorang ibu sederhana asal Solo yang sejak pensiun dari sebuah retail mart pada 2022, memilih untuk tetap berjuang tanpa kenal lelah.
Sehari-hari, Ipit berjualan bakaran dan es dengan penghasilan yang tak seberapa sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari. Ia juga menjajakan gas galon untuk menambah pemasukan. Bahkan ketika momentum Sekaten tiba, Ipit rela mengeluarkan modal Rp350 ribu per minggu, meski keuntungan yang didapat hanya sekitar Rp100 ribu. Baginya, setiap rupiah tetap berarti, karena itu adalah bahan bakar perjuangan demi pendidikan anak-anaknya.
Perjuangan itu mulai terbayar. Putri sulungnya, Safatalita Farah, sebentar lagi akan diwisuda dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Sementara anak bungsunya baru saja menapaki awal kuliah di Universitas Tiga Serangkai, Solo.
Namun, di balik rasa haru dan bangga, terselip kegelisahan. Sebab, setelah lulus sarjana, Safatalita masih harus menempuh program co-ass (co-assistant) di rumah sakit agar bisa meraih gelar dokter. Biaya yang dibutuhkan tentu tidak sedikit.
Di titik itulah keteguhan seorang ibu benar-benar diuji. Tanpa ragu, Ipit bersama sang suami, Andi Saputra yang bekerja sebagai security di Hotel Adiwangsa Fajar Indah sepakat untuk menjual satu-satunya rumah yang mereka tempati bersama keluarga. Rumah itu bukan sekadar tempat tinggal, melainkan saksi perjuangan dan pengorbanan mereka selama ini. Tetapi bagi Ipit, masa depan anak jauh lebih penting daripada kenyamanan dirinya sendiri.
“Besok kalau sudah jadi dokter, semoga bisa bermanfaat bagi orang lain. Ingat, kita berasal dari keluarga yang tidak mampu,” ucap Ipit, penuh doa dan harapan kepada putrinya.
Kisah Ipit Indah adalah potret nyata bagaimana kasih seorang ibu tak mengenal batas. Bahwa di balik pengorbanan besar, ada cinta yang tulus, ada keyakinan kuat bahwa pendidikan adalah jalan paling berharga untuk mengubah nasib.(red-)







