IndonesiaBuzz: Solo, 7 Oktober 2025 – Bondet Wrahatnala resmi dilantik sebagai Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta periode 2025–2029. Prosesi pelantikan berlangsung di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Jakarta, Senin (6/10/25).
Pelantikan tersebut sekaligus menandai serah terima jabatan dari rektor sebelumnya, I Nyoman Sukerna, yang telah memimpin ISI Solo selama empat tahun terakhir. Bondet dilantik bersama sejumlah pejabat rektor dan administrasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia oleh Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang.
Dalam sambutannya, Togar menegaskan bahwa jabatan rektor bukan sekadar amanah formal, tetapi tanggung jawab besar untuk memimpin transformasi pendidikan tinggi.
“Pelantikan ini merupakan amanah yang mengandung tanggung jawab besar untuk melahirkan inovasi berdampak dari generasi unggul,” ujar Togar, dikutip melalui kanal YouTube Kemdiktisaintek.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia, sains, dan teknologi agar perguruan tinggi mampu menghasilkan luaran akademik yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Togar mendorong perguruan tinggi memperkuat kolaborasi dengan industri guna menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan kerja.
“Kami berharap perguruan tinggi bisa berkolaborasi dengan industri untuk menghadapi dinamika hari ini dan ke depan. Semuanya demi mewujudkan visi bersama mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Sebelumnya, Bondet terpilih melalui Sidang Senat Pemilihan Rektor ISI Solo yang digelar pada Rabu (1/10/25). Dalam sidang yang berlangsung tertutup itu, ia memperoleh 24 suara, unggul dari dua kandidat lain, yakni Sunardi (12 suara) dan Ana Rosmiati (2 suara).
Bondet menyatakan siap memimpin ISI Solo dengan semangat kebersamaan dan transformasi. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk merapatkan barisan menghadapi tantangan ke depan.
“Tidak ada kalah dan menang. Mandat dari Senat dan Menteri ini bukan hal yang ringan. Saya sangat membutuhkan dukungan semua pihak untuk membangun ISI Solo yang transformatif, kolaboratif, dan adaptif menuju Indonesia Emas 2045,” kata Bondet.
Sementara itu, rektor periode sebelumnya, I Nyoman Sukerna, menyampaikan apresiasi dan harapan agar kepemimpinan baru dapat membawa ISI Solo lebih berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
“Siapa pun yang terpilih harus didukung untuk melanjutkan program yang sudah ada. Kalau ada prestasi yang baik, itu karena kerja bersama kita semua,” ujarnya.
Dengan pelantikan ini, ISI Solo memasuki babak baru kepemimpinan yang diharapkan mampu memperkuat peran seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia kreatif di Indonesia. (red)







