IndonesiaBuzz: Jakarta, 18 Januari 2024 – Plt Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Haryomo Dwi Putranto, secara terbuka membocorkan jadwal rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) yang akan dilakukan tiga kali sepanjang tahun 2024. Pengungkapan ini terjadi dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPR RI pada Rabu (17/1).
Haryomo mengungkapkan bahwa rekrutmen CASN tahun ini diselenggarakan tiga kali, sesuai dengan arahan Presiden untuk mengakomodir formasi sebanyak 2,3 juta. Dalam rapat tersebut, Haryomo menyampaikan bahwa periode pertama rekrutmen, termasuk pengumuman dan seleksi administrasi CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), akan dimulai pada pekan ketiga Maret. Seleksi kompetensi dasar dan seleksi kedinasan akan berlangsung pada pekan keempat Mei, dengan pengumuman periode pertama pada Minggu 3 Agustus 2024.
Untuk periode kedua, pengumuman dan seleksi administrasi akan dilaksanakan pada pekan kedua Juli. Sementara seleksi kompetensi dasar dan seleksi kompetensi teknis dimulai pada pekan pertama Agustus hingga pekan pertama September. Pengumuman periode kedua dijadwalkan pada Minggu kedua November.
Periode ketiga, menurut Haryomo, akan dimulai dengan pengumuman dan seleksi administrasi pada pekan keempat Agustus. Seleksi kompetensi dasar dijadwalkan dari pekan keempat Oktober hingga pekan ketiga November, dengan seleksi kompetensi bidang pada pekan keempat November hingga pekan ketiga Desember. Pengumuman periode tiga dijadwalkan pada Minggu ketiga Januari 2025.
Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, dalam kesempatan yang sama, menyoroti hasil evaluasi rekrutmen CASN 2023. Anas menyebutkan beberapa masalah, termasuk kurang optimalnya usulan formasi dari instansi pemerintah daerah. Dari total kebutuhan ASN tahun 2023 sebanyak 1.030.751, hanya 567.166 formasi yang dibuka pada seleksi 2023. Dari total formasi tersebut, sekitar 23 persen belum terisi.
Anas berharap masalah ini dapat diperbaiki pada seleksi CASN tahun 2024, dengan mengusulkan formasi lebih awal dan menyesuaikan dengan kebutuhan jabatan. Selain itu, evaluasi juga dilakukan terkait ketidaksesuaian kualifikasi pendidikan dengan jabatan, khususnya untuk tenaga non-ASN. Anas menegaskan bahwa perbaikan akan terus dilakukan untuk meningkatkan sistem rekrutmen ASN ke depan.@cinde







