IndonesiaBuzz: Jakarta, 28 Januari 2024 – Meskipun susu dianggap sebagai bagian penting dari kebiasaan sehat anak-anak, namun terlalu banyak minum susu dapat menimbulkan risiko kesehatan, seperti anemia kekurangan zat besi dan kehilangan protein dari usus.
Apa itu Anemia Kekurangan Zat Besi? Zat besi merupakan mineral esensial yang diperoleh dari diet, digunakan tubuh untuk produksi hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang membantu mengangkut oksigen ke berbagai jaringan tubuh. Anemia kekurangan zat besi terjadi ketika kadar hemoglobin rendah karena kekurangan zat besi.
Meskipun Air Susu Ibu (ASI) memberikan sumber zat besi yang baik untuk bayi hingga enam bulan, setelah usia tersebut, susu saja tidak cukup menyediakan zat besi yang diperlukan. Oleh karena itu, perkenalan makanan padat menjadi penting.
Gejala anemia kekurangan zat besi melibatkan kulit pucat, kekurangan energi, dan sesak nafas setelah aktivitas, menurut informasi dari Children’s National Hospital.
Kehilangan Protein dari Usus Akibat Minum Susu Berlebihan Kehilangan protein dari usus, atau protein kehilangan enteropati, dapat terjadi ketika anak-anak minum terlalu banyak susu, menyebabkan rendahnya kadar protein dalam darah. Hal ini dapat mengakibatkan pembengkakan kaki, punggung, dan wajah, serta meningkatkan risiko infeksi.
Dokter anak akan menanyakan tentang kesehatan secara keseluruhan dan gejala anak untuk menentukan penyebab kehilangan protein dan pembengkakan.
Cara Mencegah Anemia dan Kehilangan Protein pada Anak Untuk mencegah anak mengalami anemia kekurangan zat besi atau kehilangan protein enteropati, dianjurkan agar mereka tidak mengonsumsi susu melebihi jumlah harian yang direkomendasikan. Jumlah susu yang disarankan untuk bayi adalah sekitar 250-500 mL atau 1-2 cangkir per hari. Melebihi jumlah ini dapat menimbulkan masalah kesehatan.
Penanganan Anemia dan Kehilangan Protein pada Anak Jika anak mengalami anemia kekurangan zat besi atau kehilangan protein enteropati akibat konsumsi susu berlebihan, penanganannya melibatkan pengurangan jumlah susu yang diminum anak dan peningkatan asupan makanan kaya zat besi dalam diet mereka. Terkadang, pemberian suplemen zat besi juga direkomendasikan.
Berapa Banyak Susu yang Sebaiknya Anak Minum? Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, bayi di bawah dua tahun sebaiknya minum 1 dan dua pertiga hingga 2 cangkir makanan susu setiap hari. Setelah usia 2 tahun, anak dapat minum sedikit lebih banyak susu, antara 2 hingga 2,5 cangkir per hari. Meskipun jumlah ini direkomendasikan, terlalu banyak konsumsi susu sapi dapat mengurangi nafsu makan anak untuk makanan kaya nutrisi lainnya.
Orangtua disarankan untuk memberikan susu dalam cangkir setengah penuh setelah makan, membantu memperlambat konsumsi susu.@cinde







