IndonesiaBuzz: Solo, 26 Juli 2025 – Gema suara gamelan mengiringi malam penutup Bulan Suro di Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Jumat (25/7/25) malam. Tradisi Ringgitan atau pagelaran wayang kulit semalam suntuk menjadi penanda berakhirnya bulan sakral tersebut, sekaligus membuka lembaran baru Tahun Jawa.
Bertempat di Kamandungan Kraton, lakon Babat Alas Wanamarta yang dibawakan dalang KGPH Adipati Benowo adik Raja SISKS Pakoe Boewono XIII menyedot perhatian para abdi dalem, keluarga kerajaan, serta warga Surakarta yang memenuhi pendapa. Dalam suasana khidmat, raja didampingi Prameswari Dalem GKR Pakoe Boewono, serta ketiga putri beliau: GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, GRAy Devi Leleyana Dewi, dan GRAy Dewi Ratih Widyasari.
Gelaran wayang dimulai selepas sambutan GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani. Sekitar pukul 21.30 WIB, KGPH Adipati Benowo menerima penyerahan wayang dari SISKS Pakoe Boewono XIII sebagai simbol dimulainya pentas.

Niken Salindry, Mulan Jameela, Ahmad Dhani serta pelawak senior Kirun turut hadir meriahkan Ringgitan Tutup Suro Kraton Kasunanan Surakarta
Malam Tutup Suro tak hanya menjadi milik para abdi dalem dan sentana dalem. Sejumlah publik figur turut hadir, mulai dari penyanyi sekaligus anggota DPR RI Ahmad Dhani bersama istrinya Mulan Jameela, pelawak kawakan Kirun, hingga penyanyi muda viral asal Jawa Timur, Niken Salindry. Kehadiran mereka menambah semarak malam budaya tersebut.
Sebelumnya, di sore hari, Kraton menganugerahkan kekancingan baru dan kenaikan pangkat bagi beberapa sentana dalem berprestasi. Tak hanya itu, gelar kehormatan juga diberikan kepada para pemerhati budaya dan seniman. Prosesi yang berlangsung di Sasana Nalendra ini langsung dipimpin Raja SISKS Pakoe Boewono XIII.
“Kegiatan hari ini adalah pemberian kekancingan baru dan kenaikan pangkat bagi sentana dalem yang berprestasi, serta penganugerahan gelar bagi pemerhati budaya dan seniman,” kata Pengageng Sasana Wilapa, Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) Dany Nur Adiningrat, saat ditemui IndonesiaBuzz di sela acara.
Wayangan Tutup Suro, lanjut KPA Dany, menjadi puncak rasa syukur kraton atas berlalunya Bulan Suro, bulan yang disakralkan sebagai masa perenungan dan pemurnian diri, sekaligus menyongsong Tahun Jawa baru, tahun DAL. Usai pentas KGPH Adipati Benowo, pagelaran dilanjutkan oleh abdi dalem Ki KRAT Gunarto Guno Talijendro.
“Bulan Suro ini sakral, untuk introspeksi dan menempa diri, lahir maupun batin,” ujar KPA Dany.
Ia berharap, kraton tetap konsisten menjaga denyut tradisi dan upacara adat, yang menjadi napas panjang kebudayaan Jawa. “Alhamdulillah, masyarakat juga selalu antusias menantikan. Harapan kami, kraton akan terus melaksanakan tradisi ini dari tahun ke tahun,” pungkasnya.







