IndonesiaBuzz: Ngawi, 11 Februari 2025 – Puluhan siswa SDN Grudo 3, Desa Grudo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, harus belajar di bawah ancaman atap kelas yang nyaris ambruk.
Tiga ruang kelas dalam kondisi memprihatinkan sejak 2022 dan hanya ditopang tiang kayu sebagai penyangga sementara.
Hingga kini, belum ada tindak lanjut perbaikan dari pemerintah daerah.
Kerusakan parah ini memaksa pihak sekolah mengambil langkah darurat, termasuk memindahkan 12 siswa kelas dua ke perpustakaan setelah ruang kelas mereka lebih dulu runtuh.
Untuk mengurangi risiko, sebagian siswa dari tiga kelas terdampak direncanakan akan dipindahkan ke masjid terdekat.
“Kerusakan ini sudah terjadi sejak 2022. Setelah dicek, ternyata atapnya sudah sangat parah, sehingga kami terpaksa memasang tiang penyangga,” ujar Sudarwati, salah satu tenaga pendidik di SDN Grudo 3, Selasa (11/02/2025).
Fatimati Zahro, seorang siswa kelas tiga, mengaku merasa tidak aman saat belajar di dalam kelas.
“Saya takut kalau hujan dan angin, nanti atapnya roboh. Sudah lama rusak, tapi belum diperbaiki. Kami minta Pak Bupati segera turun tangan,” harapnya.
Hal serupa disampaikan Dewi Purnama, salah satu guru di sekolah tersebut, yang mengungkapkan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa.
“Kami tidak nyaman mengajar dalam kondisi seperti ini. Apalagi, banyak siswa laki-laki yang aktif bergerak. Takutnya mereka mengenai tiang penyangga dan atapnya roboh. Kami berharap ada perbaikan secepatnya,” ungkap Dewi.
Pihak sekolah mengaku sudah berulang kali mengajukan permohonan renovasi, namun hingga saat ini belum ada respons atau tindakan nyata dari pemerintah setempat.
Dengan kondisi yang semakin membahayakan, siswa dan tenaga pendidik berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan renovasi. Jika dibiarkan lebih lama, dikhawatirkan atap ruang kelas benar-benar ambruk dan membahayakan keselamatan siswa serta guru.







