IndonesiaBuzz: Solo, 14 November 2023 – Sejumlah aktivis 98 yang terlibat dalam gerakan reformasi 1998 menyatakan dukungan mereka untuk pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pemilu 2024. Mereka menilai pasangan ini mewakili harapan generasi baru Indonesia.
Hal itu disampaikan dalam diskusi yang digelar di Kulonuwun Kopi Ngarsopuro, Solo, Senin (13/11/2023) sore. Diskusi ini dihadiri oleh aktivis 98 dari berbagai daerah, seperti Haris Rusly Moti, Juanda, Kuat Hermawan Santoso, Wigit Bagoes Prabowo, dan Pujiyono.
Dalam diskusi tersebut, Gibran Rakabuming Raka yang dijadwalkan hadir, namun hingga akhir acara Walikota Solo itu tak terlihat di lokasi.
Mereka membahas berbagai isu yang berkaitan dengan pencalonan Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Solo, sebagai Cawapres 2024. Mereka menanggapi isu politik dinasti, pelanggaran HAM, perubahan zaman, dan kepemimpinan nasional ke depan.
Haris Rusly Moti, yang juga Komandan Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran mengatakan, bahwa Prabowo-Gibran merupakan representasi dari banyak hal yang dulu diperjuangkan aktivis 98, terutama untuk kepemimpinan generasi muda.
“Prabowo-Gibran sekarang merupakan representasi dari banyak hal yang dulu diperjuangkan teman-teman 98 terutama untuk kepemimpinan generasi muda. Sekarang Mas Gibran merepresentasikan kekuatan baru, generasi baru yang bisa memimpin generasi baru Indonesia ini,” ujar Moti.
Moti juga mengatakan bahwa nama Gibran bisa dimaknai sebagai Generasi Indonesia Baru yang Berlari, yang melambangkan akselerasi dari generasi Indonesia baru. Dia berharap aktivis 98 bisa bersatu padu dan bergotong royong memenangkan pasangan ini di Jawa Tengah dan sekitarnya.
Menurut Moti, isu negatif yang muncul seiring majunya Gibran sebagai Cawapres tidak menjadi perhatian serius masyarakat. Hal itu terlihat dari hasil survei elektabilitas Capres-Cawapres 2024, yang menunjukkan Prabowo-Gibran unggul.
“Saya kira sampai hari ini lembaga survei sudah membuktikan isu-isu itu tidak menjadi perhatian serius dari masyarakat. Yang dibutuhkan rakyat sekarang keberlanjutan pembangunan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat ke depan. Dalam politik demokrasi sekarang harus dipahami, tidak ada yang absolut. Kalau dinasti itu absolut Raja ke anak,” kata Moti.
Moti juga menepis isu pelanggaran HAM yang kembali mengemuka begitu Prabowo Subianto maju sebagai Capres. Isu tersebut terus mencuat di setiap ada Pilpres.
“Isu pelanggaran HAM sengaja terus diputar, bahkan sejak 15 tahun lalu ketika ada Pilpres. Jadi itu sudah menjadi langganan. Pak Prabowo clear oleh isu-isu yang jadi langganan tersebut. Kami yakin, Pak Prabowo memiliki pemahaman terkait permasalahan yang dihadapi Bangsa Indonesia,” tutur Moti.
Sementara itu, Wigit Bagoes Prabowo, Ketua Rumah Keluarga Bersama (RKB), yang juga sebagai pembicara, mengatakan bahwa isu dinasti politik sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu di kontestasi Pemilu 2024. Menurutnya, dinasti itu hanya ada di zaman kerajaan, sedangkan saat ini Indonesia menganut sistem demokrasi.
“Kami yakin, pemilu saat ini dapat berjalan dengan lancar dan masih dalam koridor yang benar,” tandasnya. @fajar-s







