IndonesiaBuzz: Internasional – Sebanyak 260 orang dilaporkan tewas dalam insiden jatuhnya pesawat Air India bernomor penerbangan AI171 di Ahmedabad, India, Kamis (12/6) siang waktu setempat. Pesawat yang sedang dalam penerbangan menuju London itu jatuh tak lama setelah lepas landas dan menabrak sebuah kampus kedokteran, menjadikannya salah satu kecelakaan penerbangan paling mematikan dalam sejarah India modern.
Pesawat jenis Boeing 787-8 Dreamliner itu membawa total 242 orang, terdiri dari 230 penumpang dan 12 awak, ketika lepas landas dari Bandara Ahmedabad pada pukul 13.38 waktu setempat. Namun beberapa menit setelah tinggal landas, pesawat dilaporkan mengalami gangguan dan jatuh menabrak ruang makan kampus B.J. Medical College yang saat itu dipenuhi puluhan mahasiswa.
Dekan B.J. Medical College, Minakshi Parikh, menyatakan bahwa saat kejadian terdapat antara 60 hingga 80 mahasiswa berada di dalam ruang makan. “Sebagian besar mahasiswa berhasil melarikan diri, tetapi 10 atau 12 orang terjebak dalam kobaran api,” ujarnya kepada media.
Kementerian Dalam Negeri India menyatakan bahwa jumlah korban tewas meningkat menjadi 260 jiwa, termasuk korban di darat. Menteri Dalam Negeri Amit Shah mengonfirmasi bahwa kejadian ini merupakan tragedi penerbangan terbesar sejak insiden tahun 1996, yang saat itu menewaskan lebih dari 300 orang akibat tabrakan dua pesawat di udara.
Air India dalam pernyataannya menyebutkan bahwa penumpang terdiri atas 169 warga negara India, 53 warga Inggris, tujuh warga Portugal, dan satu warga Kanada.
Dalam musibah tragis ini, hanya satu penumpang yang selamat, yakni Viswash Kumar Ramesh, seorang pria berkebangsaan Inggris berusia 40 tahun. Ramesh diketahui sedang dalam perjalanan menuju London bersama saudaranya setelah mengunjungi keluarga di India.
“Ketika saya bangun, ada mayat di sekitar saya. Saya takut. Saya berdiri dan berlari. Ada potongan-potongan pesawat di sekitar saya. Seseorang memegang saya dan memasukkan saya ke ambulans,” ujar Ramesh kepada Hindustan Times.







