IndonesiaBuzz: Surakarta, 5 November 2026 – Bentrokan antara personel TNI dan warga di Meunasah Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026), mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan 19 orang lainnya mengalami luka luka. Korban luka terdiri atas 13 warga dan enam personel TNI yang terlibat dalam insiden tersebut.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, membenarkan adanya korban jiwa dan luka luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh korban yang mengalami luka telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
“Dalam peristiwa tersebut, tercatat 14 warga menjadi korban, yaitu satu orang meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka luka. Selain itu, enam personel TNI juga mengalami luka luka dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing masing,” kata Donny dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).
Korban meninggal dunia diketahui bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Jenazah korban telah dimakamkan pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 01.00 WIB di pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru, Kecamatan Tiro.
Atas jatuhnya korban jiwa tersebut, TNI AD menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan serta berharap seluruh korban luka segera pulih.
“TNI AD menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga dalam peristiwa tersebut serta berharap seluruh korban luka segera pulih,” ujar Donny.
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Ketegangan
Menurut keterangan TNI AD, bentrokan bermula dari pengibaran bendera Bulan Bintang saat kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah Desa Pulo Keunari.
Personel TNI kemudian berupaya melakukan penertiban dengan meminta agar bendera tersebut diturunkan. Sebelum tindakan penertiban dilakukan, aparat TNI dan Polri disebut telah mengedepankan pendekatan persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara.
Namun, upaya tersebut tidak mencapai kesepakatan karena pihak panitia tetap bersikeras mempertahankan pengibaran bendera.
Situasi kemudian berkembang menjadi ketegangan ketika proses penertiban berlangsung. Berdasarkan keterangan TNI AD, sejumlah warga melakukan pelemparan batu dan kayu ke arah personel TNI. Bahkan, beberapa orang dilaporkan membawa senjata tajam.
Menghadapi situasi tersebut, personel TNI disebut telah berupaya menenangkan dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara.
Namun, karena aksi pelemparan terus berlangsung dan keselamatan personel dinilai terancam, aparat melakukan tindakan pengamanan secara bertahap. Langkah tersebut mencakup penggunaan tembakan peringatan dengan munisi hampa, kemudian dilanjutkan menggunakan munisi karet.
Setelah massa membubarkan diri, personel TNI akhirnya menurunkan Bendera Bulan Bintang dari lokasi kegiatan.
TNI Lakukan Patroli Antisipasi Kegiatan di Pidie Jaya
Selain insiden di Kecamatan Tiro, TNI AD juga melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.
Donny menjelaskan, personel Kodim 0102/Pidie bersama personel Bawah Kendali Operasi (BKO) telah melaksanakan patroli serta komunikasi sosial dengan masyarakat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Kegiatan yang semula direncanakan berlangsung di Desa Udeung Poroh akhirnya dipindahkan ke Makam Abdullah Syafi’i, Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.
“Personel Kodim 0102/Pidie bersama personel Bawah Kendali Operasi (BKO) melaksanakan patroli dan komunikasi sosial dengan masyarakat. Kegiatan yang semula direncanakan di Desa Udeung Poroh akhirnya dipindahkan ke Makam Abdullah Syafi’i, Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya,” jelasnya.
TNI AD menyatakan penertiban pengibaran Bendera Bulan Bintang merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Meski demikian, insiden yang menewaskan seorang warga dan menyebabkan belasan orang terluka tersebut menjadi perhatian serius, terutama terkait pentingnya penyelesaian ketegangan di tengah masyarakat melalui pendekatan yang mengedepankan dialog dan pencegahan jatuhnya korban.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, TNI AD menyatakan seluruh personel yang terluka telah memperoleh penanganan medis. @yudi







