IndonesiaBuzz: Madiun, 26 Juni 2026 – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengapresiasi pelaksanaan Suran Agung ke-123 Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHWTM) Madiun Pusat Indonesia yang berlangsung di Lapangan Kelurahan Winongo, Kota Madiun, Minggu (28/6/26). Pemerintah Kota Madiun menilai agenda tahunan tersebut bukan hanya menjadi tradisi organisasi, tetapi juga momentum memperkuat nilai persaudaraan, menjaga kerukunan, dan mempertegas identitas Madiun sebagai Kota Pendekar.
Ribuan warga PSHWTM dari berbagai daerah di Indonesia memadati lokasi kegiatan. Peserta datang dari sejumlah wilayah, mulai Papua, Sumatera, Kalimantan, hingga berbagai daerah di Pulau Jawa. Kehadiran delegasi dari Vietnam dan Italia turut menambah dimensi internasional dalam peringatan Suran Agung tahun ini.
Dalam sambutannya, Bagus Panuntun menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan secara tertib dan lancar. Menurutnya, usia organisasi yang telah memasuki lebih dari satu abad menunjukkan konsistensi PSHWTM dalam menjaga eksistensi sekaligus mewariskan nilai-nilai luhur pencak silat kepada generasi penerus.
Ia menegaskan, Suran Agung tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan, melainkan sebagai ruang refleksi untuk memperkuat karakter warga perguruan.
“Menurut saya, Suran Agung bukan sekadar memperingati perjalanan organisasi, tetapi juga momentum untuk menguatkan nilai kesetiaan, kedisiplinan, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Bagus menilai pencak silat telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas Kota Madiun. Karena itu, keberadaan perguruan silat diharapkan terus menjadi kekuatan budaya yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Kota Madiun sebagai Kota Pendekar memiliki kekayaan budaya pencak silat yang menjadi identitas dan kebanggaan bersama. Karena itu, pencak silat harus menjadi sarana membangun karakter, mempererat persatuan, menjaga ketertiban, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kota Madiun, lanjut dia, berharap seluruh organisasi pencak silat terus berperan aktif menjaga kondusivitas daerah sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi dan persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam kesempatan tersebut, Plt Wali Kota juga menyampaikan penghargaan kepada keluarga besar PSHWTM yang dinilai konsisten menjaga nilai persaudaraan serta berkontribusi menciptakan suasana aman dan damai di Kota Madiun.
Ia berharap Suran Agung ke-123 menjadi pengingat bahwa persaudaraan sejati dibangun melalui sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan bekerja sama untuk kepentingan bersama.
“Kepada seluruh warga PSHWTM, saya berpesan agar terus menjaga nama baik organisasi, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur, serta menjadi energi positif dalam mewujudkan Kota Madiun yang aman, maju, damai, dan sejahtera,” tuturnya.
Pelaksanaan Suran Agung tahun ini juga dihadiri 14 ketua perguruan pencak silat yang berada di wilayah Madiun. Kehadiran para pimpinan perguruan tersebut menjadi simbol kuatnya semangat kebersamaan antarorganisasi pencak silat dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan daerah.
Selain itu, kegiatan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Madiun, Forkopimda Kabupaten Madiun, serta Forkopimda Provinsi Jawa Timur, yang menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya pencak silat sebagai warisan bangsa sekaligus bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
Dengan kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara, Suran Agung ke-123 PSHWTM tidak hanya menjadi agenda internal organisasi, tetapi juga menjadi ruang penguatan persaudaraan, pelestarian budaya, serta promosi Kota Madiun sebagai pusat perkembangan pencak silat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai persatuan, kedamaian, dan kebhinekaan. (Kridho S/Koresponden Madiun).







