Friday, October 30, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home News

Ekonomi Bojonegoro Mulai Lepas dari Bayang-Bayang Migas, Sektor Pertanian dan Jasa Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

by Yudi
June 10, 2026
Reading Time: 3 mins read
Ekonomi Bojonegoro Mulai Lepas dari Bayang-Bayang Migas, Sektor Pertanian dan Jasa Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Triwulan I Tahun 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro menunjukkan bahwa meskipun sektor pertambangan masih menjadi kontributor terbesar perekonomian dengan porsi 42,03 persen, dominasi tersebut mulai berkurang. (foto: M.Thohir/Bojonegoro).

IndonesiaBuzz: Bojonegoro, 10 Juni 2026 – Struktur ekonomi Kabupaten Bojonegoro mulai menunjukkan perubahan signifikan. Setelah bertahun-tahun bergantung pada sektor minyak dan gas bumi (migas), kini sejumlah sektor nonmigas tampil sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah di tengah melambatnya kinerja industri pertambangan.

Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Triwulan I Tahun 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro menunjukkan bahwa meskipun sektor pertambangan masih menjadi kontributor terbesar perekonomian dengan porsi 42,03 persen, dominasi tersebut mulai berkurang. Sebanyak 16 sektor ekonomi lainnya kini secara kolektif menyumbang 57,97 persen terhadap total perekonomian daerah.

Perubahan komposisi tersebut menjadi sinyal bahwa ekonomi Bojonegoro mulai bergerak menuju struktur yang lebih beragam dan tidak lagi sepenuhnya bertumpu pada sumber daya ekstraktif.

Kepala BPS Kabupaten Bojonegoro, Syawaluddin Siregar, mengatakan nilai PDRB Bojonegoro atas dasar harga berlaku pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai Rp28,44 triliun. Nilai tersebut masih menempatkan Bojonegoro sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di wilayah barat Jawa Timur.

BeritaTerkait

Dakwaan Kasus Silmy Karim Ungkap Dugaan Aliran Uang Rp40 Juta per Minggu ke Menteri “RAMA”

Jadi Target Operasi Polisi, Pria di Ngawi Ditangkap dengan 2.953 Butir Pil Berlogo MF

Sebagai perbandingan, nilai PDRB Bojonegoro masih berada di atas sejumlah daerah sekitar seperti Kabupaten Lamongan yang mencatat Rp14,99 triliun, Kabupaten Nganjuk Rp10,57 triliun, Kabupaten Ngawi Rp7,43 triliun, bahkan melampaui Kabupaten Tuban yang mencapai Rp25,43 triliun.

“Besarnya nilai PDRB tersebut semakin mengukuhkan Bojonegoro sebagai salah satu penyangga kekuatan ekonomi Jawa Timur, meskipun tantangan transisi dari sektor migas terus menjadi perhatian pemerintah daerah,” kata Syawaluddin, Rabu (10/6/26).

Di tengah belum optimalnya lifting migas yang menyebabkan sektor pertambangan mengalami perlambatan, perekonomian Bojonegoro tetap mampu mencatatkan pertumbuhan positif.

Secara tahunan (year-on-year), ekonomi Bojonegoro pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 0,02 persen. Namun jika sektor pertambangan dikeluarkan dari perhitungan, pertumbuhan ekonomi Bojonegoro melonjak hingga 7,34 persen.

Angka tersebut menunjukkan adanya transformasi ekonomi yang cukup kuat dibandingkan kondisi tahun 2023 ketika Bojonegoro sempat mengalami kontraksi ekonomi hingga minus 3,49 persen akibat pelemahan sektor migas.

Menurut Syawaluddin, capaian tersebut tidak lepas dari kontribusi sektor-sektor produktif yang memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pertanian tumbuh 11,38 persen. Ketika pertanian tumbuh tinggi, itulah yang menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif dan tidak kembali minus,” ujarnya.

Sektor pertanian menjadi bintang pertumbuhan ekonomi Bojonegoro pada awal 2026. Berdasarkan data BPS, sektor ini tumbuh sebesar 11,38 persen, didorong oleh peningkatan produksi tanaman pangan, khususnya padi dan jagung.

Kinerja sektor pertanian menjadi semakin strategis karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus mendistribusikan manfaat ekonomi secara lebih merata dibanding sektor pertambangan yang bersifat padat modal.

Selain pertanian, sejumlah sektor jasa juga menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan. Lapangan usaha jasa lainnya mencatat pertumbuhan 14,77 persen, sementara kelompok sektor lain-lain mencapai 14,93 persen.

Sektor akomodasi dan makan minum juga tumbuh tinggi sebesar 11,37 persen seiring meningkatnya aktivitas wisata, hiburan, serta mobilitas masyarakat pascapandemi dan berkembangnya destinasi ekonomi lokal.

Pertumbuhan positif juga tercatat pada sektor perdagangan sebesar 6,46 persen, informasi dan komunikasi 7,73 persen, transportasi dan pergudangan 6,92 persen, serta jasa perusahaan yang tumbuh 9,94 persen.

BPS menilai sejumlah program pemerintah mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi lokal. Salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai mendorong peningkatan permintaan pada sektor penyediaan makanan dan minuman.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah tidak hanya berdampak pada aspek sosial, tetapi juga mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Pengalaman kontraksi ekonomi pada 2023 menjadi pelajaran penting bagi Bojonegoro mengenai risiko ketergantungan terhadap sektor migas. Ketika produksi migas menurun, perekonomian daerah ikut tertekan.

Karena itu, pemerintah daerah kini semakin serius mendorong diversifikasi ekonomi melalui penguatan sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, industri pengolahan, serta berbagai sektor jasa yang memiliki daya tahan lebih kuat terhadap gejolak pasar global.

“Pertumbuhan ekonomi harus bergerak inklusif. Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Bojonegoro karena manfaatnya dirasakan lebih luas dibandingkan sektor pertambangan,” tegas Syawaluddin.

Dalam peta ekonomi kawasan Gerbangkertosusila Plus (G+), Bojonegoro saat ini berada pada posisi kesembilan dengan kontribusi sekitar 3,20 persen terhadap total perekonomian Jawa Timur.

Ke depan, tantangan terbesar Bojonegoro bukan lagi sekadar mempertahankan status sebagai daerah penghasil migas, melainkan memastikan transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan, berdaya tahan, dan mampu menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat. Data Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan bahwa arah transformasi tersebut mulai terlihat, dengan sektor nonmigas perlahan mengambil peran sebagai mesin pertumbuhan baru ekonomi daerah. (M.Thohir /Koresponden Bojonegoro).

Tags: Ekonomi BojonegoroMesin PertumbuhanMigassektor pertanian
Share220SendScan

Trending

Dakwaan Kasus Silmy Karim Ungkap Dugaan Aliran Uang Rp40 Juta per Minggu ke Menteri “RAMA”
News

Dakwaan Kasus Silmy Karim Ungkap Dugaan Aliran Uang Rp40 Juta per Minggu ke Menteri “RAMA”

31 minutes ago
Jadi Target Operasi Polisi, Pria di Ngawi Ditangkap dengan 2.953 Butir Pil Berlogo MF
News

Jadi Target Operasi Polisi, Pria di Ngawi Ditangkap dengan 2.953 Butir Pil Berlogo MF

50 minutes ago
Tak Sanggup Hadapi Anak Kecanduan Sabu, Ibu di Palembang Minta Polisi Menangkap Anaknya
News

Tak Sanggup Hadapi Anak Kecanduan Sabu, Ibu di Palembang Minta Polisi Menangkap Anaknya

1 hour ago
MK Tak Terima Gugatan 12 Pemohon soal Syarat Pendidikan Capres-Cawapres
News

MK Tak Terima Gugatan 12 Pemohon soal Syarat Pendidikan Capres-Cawapres

2 hours ago
Pemkab Madiun Hitung Kelayakan KPBU Preservasi Jalan, APBD Jadi Pertimbangan
News

Pemkab Madiun Hitung Kelayakan KPBU Preservasi Jalan, APBD Jadi Pertimbangan

9 hours ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

Dakwaan Kasus Silmy Karim Ungkap Dugaan Aliran Uang Rp40 Juta per Minggu ke Menteri “RAMA”

Dakwaan Kasus Silmy Karim Ungkap Dugaan Aliran Uang Rp40 Juta per Minggu ke Menteri “RAMA”

October 30, 2026
Jadi Target Operasi Polisi, Pria di Ngawi Ditangkap dengan 2.953 Butir Pil Berlogo MF

Jadi Target Operasi Polisi, Pria di Ngawi Ditangkap dengan 2.953 Butir Pil Berlogo MF

October 30, 2026

TERPOPULER

Peringati Hari Santri Nasional, Ratusan Santri di Bayat Klaten Gelar Kirab dan Ziarah Makam Ulama Pejuang

Chord Gitar dan Lirik Mangu – Fourtwnty ft Charita Utami

Woodball Ngawi Sabet Empat Medali di Kejurprov Kediri, Matangkan Persiapan POPDA XV Jatim 2026

Ekspor Gas Indonesia Dipangkas, Singapura Buka Opsi Energi Nuklir untuk Perkuat Ketahanan Energi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In