IndonesiaBuzz: Wonogiri, 22 Mei 2026 – Upaya menjaga kelestarian ekosistem perairan sekaligus memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan di kawasan Waduk Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri. Perum Jasa Tirta I bersama PLN Indonesia Power menebar 100.000 benih ikan di perairan waduk tersebut, Jumat (22/5/26), sebagai bagian dari program restocking untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung sektor perikanan tangkap masyarakat.
Senior Manager Unit Bisnis Pembangkitan Mrica PLN Indonesia Power Wasis Jati Jatmiko menjelaskan benih yang ditebar terdiri dari 50.000 ekor ikan tawes dan 50.000 ekor ikan patin.
Menurutnya, pemilihan jenis ikan dilakukan berdasarkan karakteristik ekosistem Waduk Gajah Mungkur sekaligus mempertimbangkan masukan dari nelayan lokal.
“Ikan tawes dipilih karena merupakan spesies endemik WGM. Sementara ikan patin dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi bagi nelayan dan tidak bersifat invasif,” ujar Jati.
Ia menilai kondisi kualitas air di Waduk Gajah Mungkur saat ini masih cukup baik untuk mendukung pengelolaan perikanan tangkap secara berkelanjutan.
“Kualitas air di WGM saat ini masih cukup bagus sehingga sangat baik untuk pengelolaan perikanan tangkap,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Wonogiri Niken Kuntarti mengapresiasi langkah restocking tersebut karena dinilai penting dalam menjaga produktivitas sektor perikanan daerah.
Menurut data DKPKP Wonogiri, produksi perikanan tangkap di wilayah tersebut sepanjang 2025 mencapai 4.653,73 ton.
Niken menilai penebaran benih ikan juga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan konsumsi ikan masyarakat yang hingga kini masih relatif rendah.
“Tingkat konsumsi ikan masyarakat Wonogiri tahun 2025 baru mencapai 16,11 kilogram per kapita per tahun,” ujarnya.
Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata konsumsi ikan masyarakat Jawa Tengah sebesar 16,32 kilogram per kapita per tahun, serta jauh tertinggal dibanding rata-rata nasional yang telah mencapai 26,08 kilogram per kapita per tahun.
Menurut Niken, intervensi melalui penebaran benih ikan menjadi langkah strategis untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi pelaku usaha perikanan tangkap.
“Intervensi lewat penebaran benih ikan ini menjadi sangat krusial dalam rangka pemenuhan gizi masyarakat serta mendongkrak kesejahteraan ekonomi para pelaku usaha perikanan tangkap,” katanya.
Program restocking di Waduk Gajah Mungkur selama ini dipandang memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan di kawasan waduk terbesar di Jawa Tengah bagian selatan tersebut.
Selain sebagai sumber irigasi dan pembangkit listrik, Waduk Gajah Mungkur juga menjadi salah satu pusat ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan tangkap dan budidaya.
Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan berbasis protein hewani, penguatan sektor perikanan daerah dinilai menjadi langkah penting untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperbaiki kualitas gizi masyarakat. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri).







