IndonesiaBuzz: Madiun, 28 April 2026 – Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat lanjut usia terus diperkuat di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Melalui Program Lansia Sehat (Prolanis) yang dilaksanaka pada hari Selasa (28/04/26), pemerintah desa bersama tenaga kesehatan berupaya memastikan para lansia tetap sehat, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang baik.
Program ini tidak hanya menjadi agenda rutin pemeriksaan kesehatan, tetapi juga bagian dari strategi pencegahan penyakit kronis dan penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat di tingkat desa.
Pelaksanaan Prolanis di Desa Garon dilakukan secara berkala dengan melibatkan Bidan Desa dan Puskesmas setempat. Sasaran utama program ini adalah para lansia yang memiliki riwayat penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, asma, hingga gangguan persendian.
Dalam setiap kegiatan, para peserta mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar secara lengkap, mulai dari pengukuran berat dan tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah, hingga pengecekan kadar gula darah. Selain itu, tenaga kesehatan juga memberikan edukasi mengenai pola makan sehat, kepatuhan konsumsi obat, serta pentingnya menjaga kebersihan diri.
“Kami berusaha membuat suasana kegiatan ini tidak kaku. Selain cek kesehatan, ada juga senam lansia ringan dan hiburan agar mereka semangat untuk datang,” ujar salah satu kader kesehatan Desa Garon.
Di luar aspek medis, Prolanis juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial bagi para lansia. Kegiatan ini menjadi wadah untuk bersilaturahmi, berbagi cerita, serta melakukan aktivitas bersama yang secara tidak langsung berdampak pada kesehatan mental mereka.
Kehadiran sesama lansia dalam satu kegiatan rutin dinilai mampu mengurangi risiko kesepian dan meningkatkan semangat hidup di usia lanjut. Hal ini membuat para peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang mereka jalani secara konsisten.
Pemerintah Desa Garon memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program ini. Kepala Desa Garon, Kuswanto, menegaskan bahwa Prolanis merupakan bagian dari komitmen desa dalam membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera.
“Kegiatan ini sudah berlangsung lama dan menjadi kegiatan rutin,” ujar Kuswanto.
Ia menambahkan bahwa selain program dari pemerintah pusat yang bersifat mandatori, pemerintah desa juga berkewajiban menjalankan program kesehatan seperti Prolanis untuk melakukan deteksi dini dan mencegah beban biaya kesehatan masyarakat di kemudian hari.
“Selain program dari pemerintah pusat yang termasuk dalam program mandatori, desa juga harus melaksanakan program ini untuk mengantisipasi gejala awal agar tidak membebani warga,” lanjutnya.
Keberhasilan pelaksanaan Prolanis di Desa Garon menjadi contoh sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan layanan kesehatan berbasis komunitas.
Dengan pendekatan yang menyentuh aspek medis sekaligus sosial, program ini diharapkan terus memperkuat kualitas hidup lansia di pedesaan.
Semangat “Lansia Sehat, Lansia Bahagia” kini tidak hanya menjadi slogan, tetapi telah menjadi praktik nyata yang tumbuh di tengah masyarakat Desa Garon. (Kridho S/Koresponden Madiun).







