Saturday, May 30, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Lifestyle Kesehatan

Pijat Kretek Viral di Medsos, Dokter Ungkap Risiko Kelumpuhan hingga Kematian

by Arn
March 29, 2026
Reading Time: 3 mins read
Pijat Kretek Viral di Medsos, Dokter Ungkap Risiko Kelumpuhan hingga Kematian

Ilustrasi Pijat Kretek

IndonesiaBuzz : Madiun, 29 Maret 2026 – Fenomena pijat kretek yang viral di media sosial memicu kekhawatiran serius dari kalangan medis setelah muncul kasus pasien mengalami kelumpuhan hingga tidak bisa berjalan.

Praktik manipulasi tulang yang diklaim mampu meredakan nyeri secara cepat itu dinilai berisiko tinggi jika dilakukan tanpa pemeriksaan dan kompetensi yang memadai.

Dokter spesialis anestesi dr. Asyer, Sp.An-TI, FIP mengungkap temuan kasus dalam dua pekan terakhir terkait dampak pijat kretek.

“Dikira aman, padahal pijat ‘kretek’ itu bisa menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Dalam dua minggu terakhir, saya menerima empat pasien dengan kursi roda. Dua di antaranya sudah tidak bisa berjalan,” ujarnya melalui akun TikTok @dokterasyer pada 19 Mei 2025.

BeritaTerkait

Darurat Kesehatan Mata Siswa, Guru Madrasah Madiun Dapat Pelatihan Khusus

IDI Madiun Fokus Tangani Penyakit Prioritas Nasional dan Layanan Lansia

Ia menjelaskan, sebagian pasien awalnya hanya mengalami keluhan ringan seperti nyeri pinggang. Namun tanpa diagnosis medis, mereka langsung menjalani manipulasi tulang yang justru memperparah kondisi.

Menurutnya, tindakan tersebut memiliki sejumlah larangan medis yang tidak boleh diabaikan.

“Jika terdapat kelainan pada tulang belakang, tindakan manipulasi seperti itu tidak boleh dilakukan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa prosedur medis harus diawali dengan pemeriksaan menyeluruh.

“Pasien harus diperiksa terlebih dahulu, bahkan dalam kondisi tertentu memerlukan pemeriksaan penunjang seperti X-ray atau MRI, bukan langsung dilakukan tindakan,” ujarnya.

Peringatan juga datang dari praktisi terapi yang dikenal sebagai Master Joe melalui kanal YouTube Master Joe Therapy dalam video berjudul “Jangan Sembarangan Kretekin Orang, Hindari Kretek Asal-Asalan” yang diunggah 1 Desember 2024. Ia menekankan bahwa kesalahan teknik dapat berakibat fatal.

“Kenapa berbahaya? Karena kesalahan dalam gerakan manipulasi, baik sebelum maupun sesudah tindakan, dapat membahayakan kondisi tubuh pasien,” ujarnya.

Ia juga menyoroti banyaknya praktisi tanpa kompetensi yang masuk ke bidang tersebut.

“Banyak sekali orang yang masuk ke dunia terapi bone setting ini karena mereka tergiur dengan uangnya,” ungkapnya.Master Joe menegaskan bahwa tindakan tidak bisa dilakukan secara instan.

“Nggak bisa orang sekali datang, lalu langsung dilakukan tindakan. Harus ada pemeriksaan terlebih dahulu,” tegasnya.

Ia mengingatkan risiko cedera serius akibat prosedur yang tidak tepat.

“Pasien yang seharusnya tidak bisa dilakukan adjustment malah dipaksa dengan posisi tertentu hingga akhirnya mengalami cedera,” jelasnya.

Risiko paling berat dari praktik tersebut adalah patah tulang. “Bahaya paling fatal dari bone adjustment adalah fraktur,” ujarnya.

Selain itu, kondisi medis tertentu juga dapat memperparah dampak tindakan.

“Pada pasien dengan penyakit kronis, tindakan yang dipaksakan bahkan bisa memicu syok kardiogenik,” katanya.

Ia menekankan prinsip keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

“Kalau ragu, lebih baik pasien pulang dengan kondisi yang sama daripada pulang dalam kondisi lebih parah,” ujarnya.

Secara umum, istilah pijat kretek merujuk pada praktik bone setting yang memiliki kemiripan dengan teknik kiropraktik. Namun para ahli menilai banyak praktik yang beredar di media sosial tidak memenuhi standar keilmuan kesehatan.

Regulasi di Indonesia menegaskan bahwa setiap tindakan terhadap tubuh manusia harus dilakukan oleh tenaga yang memiliki kompetensi dan kewenangan sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Selain itu, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, khususnya Pasal 489, melarang tenaga kesehatan tradisional mempublikasikan layanan yang tidak berbasis bukti ilmiah.

Aturan ini juga diperkuat Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi terkait penggunaan dokumentasi pasien.

Meningkatnya tren pijat kretek mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap terapi alternatif. Namun tenaga medis mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya klaim instan tanpa dasar ilmiah.

Pemeriksaan medis dan penanganan oleh tenaga profesional tetap menjadi langkah utama untuk mencegah cedera hingga komplikasi serius. (@Arn/Hms)

Tags: Berita madiunBone settingKesehatanKiropratikPijat Kretek
Share220SendScan

Trending

Kemendikdasmen Siapkan 150 Ribu Beasiswa S1 dan D4 untuk Guru, Percepat Peningkatan Kualitas Pendidikan Nasional
News

Kemendikdasmen Siapkan 150 Ribu Beasiswa S1 dan D4 untuk Guru, Percepat Peningkatan Kualitas Pendidikan Nasional

7 hours ago
KAI Daop 7 Tata Ulang Stasiun Madiun Demi Layanan Modern
Halo Jatim

KAI Daop 7 Tata Ulang Stasiun Madiun Demi Layanan Modern

7 hours ago
Warga Cluntang Boyolali Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
News

Warga Cluntang Boyolali Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

8 hours ago
Polisi Dalami Misteri Kematian Satu Keluarga di Kledung, Dugaan Keracunan Makanan dan Gas Masih Diselidiki
News

Polisi Dalami Misteri Kematian Satu Keluarga di Kledung, Dugaan Keracunan Makanan dan Gas Masih Diselidiki

1 day ago
Polda Jateng Ungkap 61 Kasus 3C Selama Mei 2026, 105 Tersangka Diamankan
News

Polda Jateng Ungkap 61 Kasus 3C Selama Mei 2026, 105 Tersangka Diamankan

1 day ago
Indonesiabuzz.com

Enter your email address

TERBARU

Kemendikdasmen Siapkan 150 Ribu Beasiswa S1 dan D4 untuk Guru, Percepat Peningkatan Kualitas Pendidikan Nasional

Kemendikdasmen Siapkan 150 Ribu Beasiswa S1 dan D4 untuk Guru, Percepat Peningkatan Kualitas Pendidikan Nasional

May 30, 2026
KAI Daop 7 Tata Ulang Stasiun Madiun Demi Layanan Modern

KAI Daop 7 Tata Ulang Stasiun Madiun Demi Layanan Modern

May 30, 2026

TERPOPULER

Ngawi Matangkan Persiapan POPDA Jatim XV 2026, Target Tembus 15 Besar

LDII Ngawi Perkuat Sinergi dengan Media, Jumlah Hewan Kurban Tembus Rp5 Miliar

Desa Batur Banjarnegara Sembelih 399 Hewan Kurban, Tradisi Gotong Royong Warga Jadi Sorotan Nasional

Perbakin Kabupaten Madiun Punya Ketua Baru, Candra Fokus Cetak Atlet Berprestasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In