IndonesiaBuzz: London, 22 januari 2026 – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menutup rangkaian kunjungan kenegaraan di London, Inggris, pada Rabu (21/1/26) sore waktu setempat, sebelum bertolak ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026, pertemuan ekonomi global yang mempertemukan para pemimpin dunia, korporasi multinasional, dan institusi keuangan internasional.
Keberangkatan Presiden dari Bandar Udara Stansted dilepas secara resmi oleh Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya Desra Percaya, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, serta Atase Pertahanan RI Kolonel Inf. Wiyata Sempana Aji. Menjelang menaiki pesawat Garuda Indonesia-1, Presiden Prabowo menyalami pejabat Indonesia dan Inggris yang hadir, menandai berakhirnya agenda diplomasi resmi di Negeri Raja Charles III.
Dalam kunjungannya di London, Presiden Prabowo memperkuat diplomasi politik dan ekonomi dengan pejabat strategis Inggris. Pada Selasa (20/1/26), Presiden bertemu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di 10 Downing Street. Pertemuan diawali dengan dialog empat mata dan dilanjutkan pertemuan bilateral Pemerintah Indonesia Inggris, membahas penguatan investasi, perdagangan, dan posisi strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik. Inggris menegaskan Indonesia sebagai mitra utama di kawasan, sementara Indonesia mendorong ekspansi kerja sama konkret di sektor ekonomi dan investasi.
Agenda diplomatik Presiden juga mencakup pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Inggris David Lammy, yang menampilkan jamuan makan siang resmi bersama CEO dan pengusaha dari kedua negara. Forum ini dimanfaatkan untuk membuka peluang investasi baru serta memperluas jejaring bisnis Indonesia di tingkat global.
Selain fokus politik dan ekonomi, Presiden Prabowo menempatkan pendidikan dan riset sebagai prioritas. Ia bertemu perwakilan Russell Group, konsorsium 24 universitas terkemuka Inggris, membahas peluang kolaborasi riset, pengembangan sumber daya manusia, dan program beasiswa bagi mahasiswa Indonesia.
Pada Rabu pagi, Presiden juga menjalani agenda diplomasi bernuansa simbolik dengan Raja Charles III di Lancaster House, bertemu kelompok filantropi dan pegiat lingkungan untuk membahas konservasi satwa dan pelestarian keanekaragaman hayati, termasuk perlindungan gajah. Agenda terakhir di London berlangsung di Clarence House, tempat Presiden Prabowo dan Raja Charles III menggelar pertemuan tertutup, menutup kunjungan resmi sebelum penerbangan ke WEF di Davos.
Kunjungan ini menegaskan arah diplomasi aktif Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, yang menekankan penguatan kerja sama strategis, perluasan jejaring global, serta komitmen pada isu ekonomi, pendidikan, dan lingkungan pada level internasional. @yudi







