IndonesiaBuzz : Lumajang, 21 November 2025 – Bantuan kemanusiaan kembali mengalir bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Yayasan Allena Humanity Project menyalurkan logistik berupa sembako, pakaian layak pakai, serta perlengkapan bayi kepada para penyintas yang kini tinggal di lokasi pengungsian.
Bantuan tersebut diserahkan ke Posko 2 SMPN 2 Pronojiwo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, setelah erupsi terjadi pada Rabu, 19 November 2025.
Penyaluran bantuan turut didukung sejumlah donatur dan komunitas kemanusiaan, termasuk Toko Indo Allena Taiwan, Mbok Cikrak, Suara BMI Taiwan, Lensanusantara, serta Gardajatim yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial bagi pekerja migran Indonesia.
Ketua Yayasan Allena Humanity Project, Arga, mewakili Komisaris Yayasan Ce Allena, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan wujud solidaritas terhadap warga yang terdampak langsung bencana.
“Ini adalah wujud kepedulian kami kepada pengungsi Semeru, dimana mereka hanya sempat membawa pakaian mereka tanpa membawa harta benda lain karena bencana ini,” ujar Arga, Sabtu (22/11/2025).
Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan berasal dari donatur tetap dan penyaluran selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan.
“Bantuan berupa sembako, pakaian dll ini berasal dari para donatur tetap kami, tidak menutup kemungkinan dalam beberapa hari ke depan kita akan terus menyalurkan bantuan lagi,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Koordinator Posko 2, Soni, menyampaikan bahwa kebutuhan pengungsi semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah warga yang datang.
“Yang kami butuhkan dari penyintas, itu yang dibutuhkan pertama adalah matras. Matras untuk tempat tidur, selimut. Terus kemudian pakaian. Dan pakaian dalam, baik perempuan maupun anak-anak,” ujar Soni.
Berdasarkan catatan posko, 240 orang telah bermalam di lokasi tersebut dan lebih dari 200 orang tambahan tiba pada hari ini. Soni menyebut kebutuhan tenda menjadi prioritas untuk mengantisipasi bertambahnya pengungsi.
“Kami juga butuh tenda, mungkin tenda Bruton atau yang lain. Karena ada kemungkinan bakalan terus bertambah,” jelasnya.
Menurut Soni, sebagian warga mengungsi karena rumah mereka rusak dan tidak dapat ditempati, sementara lainnya memilih keluar demi keselamatan karena kekhawatiran letusan lanjutan dan ancaman aliran lahar dingin.
Posko SMPN 2 Pronojiwo sebelumnya juga digunakan sebagai titik evakuasi besar pada erupsi Semeru beberapa tahun lalu. Kondisi fasilitas kini dinilai lebih siap.
“Untuk kamar mandi kita sudah lumayan banyak, ada 14. Tandon air kita punya lumayan banyak, sanyo juga ada tiga. Minimal untuk kebutuhan MCK yang pertama itu sudah terselesaikan,” pungkasnya. (Tim)







