Thursday, June 11, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home News

Kisah Masa Kecil Pakoe Boewono XIV: Dari Sang Penakluk Gunung hingga Mahasiswa Cumlaude

by Dimas
November 11, 2025
Reading Time: 3 mins read
Kisah Masa Kecil Pakoe Boewono XIV: Dari Sang Penakluk Gunung hingga Mahasiswa Cumlaude

Sahandap Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Pakoe Boewono XIV. Jumat (7/11/2025). (Foto: Tabooo.id/dimas)

IndonesiaBuzz: Surakarta, 11 November 2025 – Sosok muda penerus tahta Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, K.G.P.A.A. Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, atau yang kini bergelar S.I.S.K.S. Pakoe Boewono XIV, ternyata tumbuh dalam didikan penuh nilai luhur, disiplin, dan cinta alam sejak kecil. Lahir di Surakarta pada 26 September 2002, ia dikenal bukan hanya karena darah biru yang mengalir di tubuhnya, tetapi juga karena karakter tangguh yang terbentuk dari pengalaman dan pendidikan yang panjang.

Kala ia lahir, sang ayah, (Alm) S.I.S.K.S. Pakoe Boewono XIII, masih bergelar K.G.P.H. Hangabehi. Saat itu, nama sang putra mahkota muda adalah B.R.M. (Bandoro Raden Mas) Suryo Aryo Mustiko. Seiring perjalanan waktu dan perubahan gelar ayahandanya yang naik tahta pada tahun 2004, gelarnya pun ikut berubah menjadi G.R.M. (Gusti Raden Mas), lalu G.P.H. (Gusti Pangeran Harya) Puruboyo, hingga akhirnya dikenal dengan nama K.G.P.H. Puruboyo sebelum diangkat sebagai Pangeran Pati.

Setelah resmi menjadi putra mahkota, ia bergelar K.G.P.A.A. (Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Anom) Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram gelar panjang yang bukan sekadar simbol, melainkan cerminan tanggung jawab besar sebagai penerus dinasti Mataram.

Dibesarkan dengan Didikan Tegas dan Cinta Alam

BeritaTerkait

BPBD Bojonegoro Siaga Hadapi Kemarau 2026, Sebanyak 93 Desa Dipetakan Rawan Kekeringan

Polres Wonogiri Gelar Skrining TBC dan Cek Kesehatan Gratis, Puluhan Warga Desa Sendang Terindikasi Bergejala

Sejak usia dua tahun, calon raja muda ini telah diajak mendaki Gunung Lawu oleh ayahandanya. Tak berhenti di situ, ia juga kerap diajak napak tilas ke Pringgodani, menyusuri Pantai Parangkusumo, Paranggupito, dan Ngobaran. Bagi banyak orang, mendaki gunung di usia balita mungkin terdengar ekstrem, tapi bagi Hamangkunegoro kecil, itu adalah bagian dari pendidikan spiritual dan kedekatan dengan alam.

“Beliau sangat dekat dengan ayahandanya. Setiap perjalanan bukan sekadar wisata, tapi juga ziarah dan penguatan karakter,” tutur seorang abdi dalem karaton yang mengenalnya sejak kecil.

Kedekatan dengan alam itu membentuk dirinya menjadi pribadi yang rendah hati namun kuat, cinta tradisi namun terbuka terhadap dunia modern. Tak heran bila hingga kini, ia dikenal sebagai sosok muda yang gemar menjelajah, baik pegunungan maupun laut.

Menari Sejak Kecil, Tumbuh Bersama Nilai Karaton

Selain mendaki gunung, Hamangkunegoro kecil juga piawai menari. Pada usia 8 tahun, ia sudah tampil di Sasana Sumewa, panggung kehormatan Karaton Surakarta, memerankan Gathotkaca dalam lakon “Gathotkaca Lahir”. Bakat seni yang diturunkan dari darah keraton itu membuatnya tumbuh dengan keseimbangan antara kedisiplinan, kelembutan rasa, dan jiwa estetis.

Namun, dunia tari dan budaya bukan satu-satunya medan yang ia kuasai. Pendidikan formalnya menunjukkan konsistensi dan kecemerlangan. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Muhammadiyah 1 Surakarta, lalu melanjutkan ke Semesta Bilingual Boarding School, Semarang, tempat ia belajar hidup mandiri dan terbuka dengan pergaulan global.

Langkah pendidikannya berlanjut ke Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip), di mana ia meraih gelar Sarjana Hukum dengan predikat Cumlaude pada Juli 2024. Tak berhenti di situ, kini ia tengah melanjutkan pendidikan Magister di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Pribadi Tangguh, Cerdas, dan Welas Asih

Didikan keras namun penuh kasih dari sang ayah membentuk dirinya menjadi sosok muda yang berkarakter. “Beliau itu sosok yang tegas tapi welas asih. Tepa slira dan selalu menghargai orang lain,” ungkap salah satu kerabat karaton.

Kecintaannya pada alam dan pertemuannya dengan banyak orang dari beragam daerah menumbuhkan kepekaan sosial yang tinggi. Ia dikenal memiliki rasa tresna marang sapepadhaning urip kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup.

Nilai-nilai itu, menurut pengamat budaya Jawa, menjadi fondasi penting bagi seorang pemimpin masa depan. “Hamangkunegoro muda tumbuh dengan semangat hamong hamot hamemangkat artinya, ia memiliki kemampuan untuk menyaring hal-hal baru tanpa kehilangan akar budaya,” ujar seorang budayawan Surakarta.

Dengan kombinasi antara pendidikan modern, kepekaan budaya, dan spiritualitas Jawa, banyak yang berharap Pakoe Boewono XIV akan menjadi raja muda yang tidak hanya melanjutkan tahta, tetapi juga membawa Karaton Surakarta tetap relevan di era yang serba digital ini menjaga tradisi, tapi tak takut pada perubahan. @dimas

Tags: Bangga SurakartaGenerasi KaratonJejak LeluhurJiwa LuhurKGPAA HamangkunegoroKraton SurakartalPakoe Boewono XIIIPakoe Boewono XIVPemimpin MudaPenerus Tahtaputra mahkotaRaja MudaWarisan Budaya
Share221SendScan

Trending

BPBD Bojonegoro Siaga Hadapi Kemarau 2026, Sebanyak 93 Desa Dipetakan Rawan Kekeringan
News

BPBD Bojonegoro Siaga Hadapi Kemarau 2026, Sebanyak 93 Desa Dipetakan Rawan Kekeringan

21 hours ago
Auto Draft
Halo Jatim

Juara Grup D, Sparta Pena FC Melaju ke Perempat Final

24 hours ago
Polres Wonogiri Gelar Skrining TBC dan Cek Kesehatan Gratis, Puluhan Warga Desa Sendang Terindikasi Bergejala
News

Polres Wonogiri Gelar Skrining TBC dan Cek Kesehatan Gratis, Puluhan Warga Desa Sendang Terindikasi Bergejala

1 day ago
Persinga Ngawi Buka Asa Lolos 16 Besar, Hajar Persiker Keerom 3-0 di Stadion Ketonggo
News

Persinga Ngawi Buka Asa Lolos 16 Besar, Hajar Persiker Keerom 3-0 di Stadion Ketonggo

1 day ago
Polda Jateng Bongkar Alih Fungsi Sawah Jadi Tambak Udang di Batang, Kerugian Pemulihan Lingkungan Ditaksir Rp32 Miliar
News

Polda Jateng Bongkar Alih Fungsi Sawah Jadi Tambak Udang di Batang, Kerugian Pemulihan Lingkungan Ditaksir Rp32 Miliar

1 day ago
Indonesiabuzz.com

Enter your email address

TERBARU

BPBD Bojonegoro Siaga Hadapi Kemarau 2026, Sebanyak 93 Desa Dipetakan Rawan Kekeringan

BPBD Bojonegoro Siaga Hadapi Kemarau 2026, Sebanyak 93 Desa Dipetakan Rawan Kekeringan

June 11, 2026
Auto Draft

Juara Grup D, Sparta Pena FC Melaju ke Perempat Final

June 10, 2026

TERPOPULER

SD Al Husna IFDS Madiun Konsisten Bentuk Generasi Berkarakter dan Berprestasi

Atlet Muda Wushu Ngawi Bersinar di Kejurprov Jatim 2026, Raih Lima Emas dan Enam Perak

CV. Bangkit Apresiasi Pemkot Madiun Batalkan Tender Gedung Rawat Inap

Kyai Kolo Dete: Misteri Leluhur Bocah Gimbal Dieng

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In