IndonesiaBuzz: Boyolali, 21 Oktober 2025 – Ratusan peserta dari berbagai instansi memadati Pendopo Ageng Alun-alun Kidul Boyolali, Selasa (21/10/25) pagi. Mereka mengikuti kegiatan Pemusnahan Barang Kena Cukai Ilegal hasil penindakan Bea Cukai Surakarta dan Pemerintah Daerah dalam rangka Hari Bea Cukai ke-79 bertema Tangguh Mengawasi Tulus Melayani.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Pemusnahan Serentak Bertahap Barang Hasil Penindakan (BHP). Hadir di lokasi antara lain Bupati Boyolali Agus Irawan, Kepala Bea Cukai Surakarta Yetty Yulianty, Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto, Kajari Boyolali Ridwan Ismawanta, Ketua PN Boyolali Dwi Hananta, serta jajaran Forkopimda se Solo Raya.

Acara diawali dengan lagu Indonesia Raya, doa bersama, laporan Bea Cukai, hingga pemusnahan simbolis yang disaksikan langsung dan melalui live streaming dari lokasi pembakaran di PT Semen Grobogan.
“Boyolali menjadi tuan rumah kegiatan pemusnahan terbesar di Solo Raya, dengan jumlah barang bukti mencapai 12 juta batang rokok ilegal. Ini bukti nyata komitmen kita bersama untuk menjaga perekonomian negara,” ujar Bupati Agus Irawan.
Sementara itu, Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program Gempur Cukai Ilegal. “Sinergi antara kepolisian, Bea Cukai, dan pemda penting untuk menekan peredaran barang ilegal dan memberi efek jera bagi pelaku,” katanya.
Barang-barang yang dimusnahkan merupakan hasil operasi gabungan Bea Cukai Surakarta, Satpol PP, dan aparat penegak hukum dari Maret 2024 hingga Agustus 2025 yang hasilnya Rokok ilegal 12.433.685 batang nilai Rp17,79 miliar, potensi kerugian negara Rp11,98 miliar ditambah Minuman beralkohol 986.500 mililiter (1.611 botol dan 1 jerigen), nilai Rp173,4 juta potensi kerugian negara Rp101 juta.

Pemusnahan dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari pembakaran, penggilingan, hingga penghancuran dengan dituang ke tong.
Kepala Bea Cukai Surakarta Yetty Yulianty menegaskan kegiatan ini sebagai simbol komitmen pemerintah melindungi masyarakat dari perdagangan ilegal. “Kami akan terus memperkuat pengawasan dan kerja sama lintas sektor agar peredaran barang ilegal bisa ditekan hingga ke akar,” ujarnya.
Acara berlangsung aman, lancar, dan ditutup dengan penandatanganan berita acara serta ramah tamah antar instansi. (Bagas Andrian/Koresponden Boyolali)







