IndonesiaBuzz: Kesehatan – Di era serba cepat seperti sekarang, banyak orang mengorbankan waktu tidur demi pekerjaan atau aktivitas lain. Padahal, kurang tidur punya dampak serius bagi kesehatan, salah satunya meningkatkan risiko hipertensi alias tekanan darah tinggi.
Secara umum, orang dewasa dianjurkan tidur sekitar 7-8 jam per malam. Namun, tak sedikit yang hanya tidur 4-6 jam saja. Menurut Very Well Health, kekurangan tidur dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, memicu lonjakan hormon stres, menyempitkan pembuluh darah, hingga akhirnya membuat tekanan darah naik.
Salah satu mekanisme penting saat tidur adalah fenomena nocturnal dipping penurunan tekanan darah di malam hari. Proses ini memberi kesempatan jantung dan pembuluh darah beristirahat. Jika tidak terjadi, sistem kardiovaskular akan bekerja lebih keras dan rentan mengalami kerusakan.
Selain insomnia, gangguan tidur seperti sleep apnea juga berkontribusi terhadap hipertensi. Sleep apnea menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam darah, yang memicu respons tubuh seperti “fight or flight”, termasuk pelepasan hormon norepinefrin yang bisa membuat tekanan darah melonjak.
Kesimpulannya, tidur bukan hanya soal mengistirahatkan tubuh, tapi juga kunci menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah tetap stabil. Jadi, jangan remehkan tidur cukup setiap malam.(red)




