IndonesiaBuzz: Surabaya, 17 Agustus 2025 – Pekikan “merdeka” dan lagu-lagu perjuangan terdengar sejak pagi di Lapangan Semangat Pagi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, kawasan Selatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sidoarjo. Hampir 20 peleton peserta upacara hadir, terdiri dari dosen, tenaga pendidikan, mahasiswa, alumni Resimen Mahasiswa, SMA Intensif Taruna Pembangunan, serta karyawan Rumah Sakit Usada Buana.
Rektor Universitas PGRI Adi Buana, Dr. Untung Lasiyono, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya sivitas akademika menjaga kedaulatan bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan revolusi digital. Tantangan berupa disinformasi, intervensi asing, serta kesenjangan digital menjadi fokus perhatian rektor.
“Kekuatan kita berasal dari perbedaan. Bhineka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan, tetapi jiwa yang mengikat bangsa ini sejak awal berdiri,” kata Dr. Untung Lasiyono. Ia juga menekankan pentingnya kemerdekaan berpikir dan berekspresi bagi akademisi, dengan tetap berpegang pada etika keilmuan dan kebenaran ilmiah.
Sementara itu, Ketua Badan Penyelenggara Universitas, Sutijono, menyoroti kemandirian kampus dalam pendanaan dan penelitian, yang tidak bergantung pada pihak luar. Ia mendorong sivitas akademika memanfaatkan kearifan lokal dan teknologi untuk memperkaya perspektif dan inovasi.
Upacara diakhiri dengan sarasehan dan potong tumpeng. Potongan tumpeng dari rektor diserahkan kepada ketua panitia sebagai simbol keberhasilan penyelenggaraan peringatan HUT RI ke-80 di kampus tersebut. (Yitno.U/Koresponden Surabaya)







