Saturday, June 27, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Pojok Milenial Suara Generasi

Ketika Gen Z Menyuarakan Kesetaraan Lewat Instagram Story

by Redaksi IndonesiaBuzz
August 2, 2025
Reading Time: 3 mins read
Ketika Gen Z Menyuarakan Kesetaraan Lewat Instagram Story

(Ilustrasi: IB)

IndonesiaBuzz: Suara Generasi – Kalau dulu perjuangan kesetaraan butuh turun ke jalan, pidato lantang, dan barisan panjang di depan gedung parlemen, kini, cukup dengan satu unggahan Instagram Story dengan latar hitam dan font putih bertuliskan “Your feminism must be intersectional”, Gen Z sudah merasa sah menyuarakan keadilan.

Dan jangan salah. Meski sekilas terlihat seperti gaya sok tahu ala aktivis instan, di balik caption yang nyinyir tapi tajam itu, tersembunyi kesadaran yang tumbuh: tentang hak-hak yang sudah terlalu lama dibisukan, dan bias yang sudah terlalu lama dianggap normal.

Ketika Tagar Jadi Tindakan

Menurut studi Deloitte (2024), 83% Gen Z menyatakan dukungan aktif terhadap kesetaraan gender dan feminisme. Artinya, mayoritas dari mereka tidak hanya ikut-ikutan tren, tapi benar-benar percaya bahwa perempuan berhak bicara, minoritas layak dihormati, dan dunia seharusnya tidak dikendalikan oleh standar patriarki model zaman penjajahan.

Di Twitter (atau X, kalau kamu maksa pakai nama barunya), tagar seperti #NoMeansNo, #AntiSexualViolence, hingga #PrideSupport rutin muncul di linimasa, bukan cuma tiap Hari Perempuan Internasional, tapi nyaris setiap pekan, tergantung topik dan siapa yang lagi ketahuan misoginis.

BeritaTerkait

Polisi Masih Dalami Laporan Dugaan Investasi SnapBoost di Madiun, Korban Terus Bertambah

Passion Itu Bukan Sekadar Hobby

Bukan Cuma Konten, Tapi Komitmen

Memang, di permukaan bisa tampak seperti konten-konten “aware” yang dibumbui estetik: feed Instagram yang penuh kutipan Rupi Kaur, foto tangan berpegangan dengan caption “love is love”, atau TikTok lipsync sambil nyinyirin komentar seksis. Tapi dari sinilah semuanya dimulai.

Sadar atau tidak, dari meme hingga thread panjang di Twitter, banyak anak muda belajar bahwa patriarki itu bukan mitos, bahwa pelecehan bukan salah rok korban, dan bahwa eksistensi seseorang tak bisa ditentukan preferensi seksual atau identitas gender semata.

Ini bukan sekadar “konten edukatif”, tapi upaya pelan-pelan membongkar budaya patriarkal yang sudah mengakar. Dan tentu saja, kadang dibumbui dengan sarkasme manis agar lebih mudah ditelan masyarakat digital yang alergi pada kuliah satu arah.

Ruang Aman di Tengah Dunia yang Tak Ramah

Yang menarik, Gen Z bukan sekadar ngomel di media sosial. Mereka menciptakan ruang-ruang aman di tengah dunia maya yang sering kali lebih kejam daripada debat politik. Komunitas virtual untuk survivor kekerasan seksual, ruang curhat bagi LGBTQ+, hingga forum diskusi feminisme intersectional kini tumbuh pesat.

Bagi generasi ini, inklusivitas bukan pilihan, tapi keharusan. Toleransi bukan basa-basi, tapi prinsip hidup. Dan semua itu diwujudkan bukan lewat pidato panjang yang membosankan, tapi lewat video berdurasi 30 detik yang menampar lebih keras dari khutbah hari Jumat.

Di Tengah Norma Konservatif, Mereka Tak Gentar

Tentu saja perjuangan ini tidak mulus. Di satu sisi ada generasi yang masih sibuk bertanya “kok laki-laki sekarang gampang baper?” dan “perempuan kerja, siapa yang urus anaknya?”. Di sisi lain, Gen Z tampil dengan hoodie dan earphone-nya, menjawab lewat konten TikTok: “norma itu bisa usang, kalau tidak relevan”.

Mereka sadar bahwa perubahan tidak akan datang dari pertemuan elit tertutup atau seminar bertema megah. Tapi dari setiap retweet, setiap swipe up ke link petisi, dan setiap edukasi ringan yang dikemas estetik di carousel Instagram.

Dan pada akhirnya, mereka hanya ingin satu hal: dunia yang adil, bukan cuma bagi dirinya, tapi bagi semua. Tanpa terkecuali.

Jadi, Masih Meremehkan Aktivis Digital?

Kalau iya, coba cek berapa banyak konten soal edukasi gender yang sudah kamu skip hari ini. Lalu lihat lagi, siapa tahu generasi yang kamu anggap “terlalu sensitif” ini justru sedang membuka jalan untuk masa depan yang lebih setara.

Dan ya, mereka melakukannya sambil ngopi oat latte dan scroll Reels. Siapa bilang perubahan butuh jas formal dan meja rapat? @indonesiabuzz

Tags: Gen ZGenderKesetaraanMedia SosialPojok MilenialSuara Generasi
Share222SendScan

Trending

Lima Peserta SPPI Meninggal, Kemhan Evaluasi Menyeluruh Latihan Bela Negara dan Manajerial
News

Lima Peserta SPPI Meninggal, Kemhan Evaluasi Menyeluruh Latihan Bela Negara dan Manajerial

3 hours ago
Jelang Suran Agung PSHWTM, Polres Madiun Kota Kerahkan 983 Personel dalam Operasi Aman Suro 2026
News

Jelang Suran Agung PSHWTM, Polres Madiun Kota Kerahkan 983 Personel dalam Operasi Aman Suro 2026

3 hours ago
Jokowi Tegaskan Kunjungan ke Lampung untuk Dukung PSI, Minta Struktur Partai Aktif Dampingi Masyarakat
News

Jokowi Tegaskan Kunjungan ke Lampung untuk Dukung PSI, Minta Struktur Partai Aktif Dampingi Masyarakat

17 hours ago
Peserta Meninggal dalam Latsarmil SPPI Bertambah Jadi Empat, Kemhan Janji Evaluasi Menyeluruh
News

Peserta Meninggal dalam Latsarmil SPPI Bertambah Jadi Empat, Kemhan Janji Evaluasi Menyeluruh

1 day ago
Bareskrim Tetapkan 287 WNA Jadi Tersangka Judi Daring Internasional, Jaringan Hayam Wuruk Diduga Libatkan Enam Negara
News

Bareskrim Tetapkan 287 WNA Jadi Tersangka Judi Daring Internasional, Jaringan Hayam Wuruk Diduga Libatkan Enam Negara

1 day ago
Indonesiabuzz.com

Enter your email address

TERBARU

Lima Peserta SPPI Meninggal, Kemhan Evaluasi Menyeluruh Latihan Bela Negara dan Manajerial

Lima Peserta SPPI Meninggal, Kemhan Evaluasi Menyeluruh Latihan Bela Negara dan Manajerial

June 27, 2026
Jelang Suran Agung PSHWTM, Polres Madiun Kota Kerahkan 983 Personel dalam Operasi Aman Suro 2026

Jelang Suran Agung PSHWTM, Polres Madiun Kota Kerahkan 983 Personel dalam Operasi Aman Suro 2026

June 27, 2026

TERPOPULER

Aliansi Mahasiswa Ngawi Turun ke Jalan, Soroti BBM, RUU Perampasan Aset hingga Alih Fungsi Lahan Pertanian

Kuota SD Sekolah Rakyat di Ngawi Baru Terisi Tiga Siswa, Pemkab Usulkan Anak Panti Asuhan Jadi Solusi

SILPA Rp152 Miliar Diprioritaskan untuk Jalan Poros Desa, Pemkab dan DPRD Ngawi Percepat Infrastruktur Pedesaan

Kyai Kolo Dete: Misteri Leluhur Bocah Gimbal Dieng

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In