IndonesiaBuzz: Solo, 29 Juni 2025 – Kirab Pusaka 1 Suro warsa Dal 1959 yang digelar Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat berlangsung khidmat dan lancar pada Kamis malam (26/6). Ribuan Abdi Dalem dari berbagai wilayah di Pulau Jawa turut ambil bagian dalam prosesi budaya sakral tersebut.
Acara ini menjadi magnet spiritual dan budaya, tidak hanya bagi masyarakat Surakarta, namun juga tamu undangan dari berbagai kalangan. Salah satu tamu kehormatan yang hadir adalah Ketua Umum Perguruan Silat IKS PI Kera Sakti, KRAT. Drs. H. Bambang Sunarja, MA, yang merupakan Sentono Dalem Karaton Kasunanan Surakarta.
Bambang Sunarja diketahui telah memimpin perguruan silat asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur itu sejak 1997, menggantikan Guru Besar IKS PI Kera Sakti, H. Totong Kiemdarto. Kehadirannya dalam kirab malam 1 Suro atas undangan langsung dari SISKS Pakoe Boewono XIII dan GKR Pakoe Boewono, menunjukkan kedekatan serta penghormatan antara Karaton dan tokoh masyarakat.
Dalam kirab, Bambang Sunarja turut berjalan di belakang Putra Mahkota Karaton Kasunanan Surakarta, KGPAA Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, yang membawa pusaka utama.
“Alhamdulillah kami keluarga IKS PI Kera Sakti dapat mengikuti Kirab Pusaka 1 Suro dengan khidmat dari awal hingga akhir,” ujarnya usai acara.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Karaton atas terselenggaranya prosesi sakral ini. “Terima kasih kepada keluarga besar Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, khususnya SISKS Pakoe Boewono XIII dan GKR Pakoe Boewono. Ini adalah kegiatan luar biasa yang membawa berkah, tidak hanya bagi Karaton tapi juga keluarga besar IKS PI Kera Sakti,” tambahnya.
Bambang berharap, IKS PI Kera Sakti dapat terus ambil bagian dalam Kirab Pusaka pada tahun-tahun mendatang. “Harapan saya, mudah-mudahan di tahun-tahun berikutnya kami bisa terus hadir bersama keluarga Besar IKS PI Kera Sakti,” tutupnya.
Kirab Pusaka 1 Suro merupakan salah satu tradisi penting dalam kalender budaya Karaton Surakarta. Prosesi ini menjadi simbol pergantian tahun dalam penanggalan Jawa serta momentum refleksi spiritual bagi para pelaku budaya dan masyarakat luas.







