IndonesiaBuzz: Startup – Startup teknologi IXI mengumumkan terobosan inovatif dalam dunia optik dengan menghadirkan kacamata pintar berteknologi autofokus yang dirancang khusus untuk penderita presbiopia atau mata tua. Berbeda dari kacamata pintar umumnya yang fokus pada hiburan atau komunikasi, perangkat ini mampu menyesuaikan fokus secara otomatis berkat integrasi pelacakan mata dan lensa kristal cair.
Presbiopia merupakan kondisi penurunan kemampuan mata untuk melihat objek dekat yang umum dialami seiring bertambahnya usia. Dengan teknologi autofokus dari IXI, pengguna tidak lagi membutuhkan beberapa kacamata atau harus beradaptasi dengan lensa progresif.
“Sekarang saatnya untuk berubah. Kami tengah menciptakan era baru dalam teknologi penglihatan — dan kami tidak sabar untuk menunjukkan kepada dunia apa yang akan datang,” ujar Niko Eiden, CEO sekaligus salah satu pendiri IXI, dalam pernyataan resminya.
Startup asal Espoo tersebut baru saja meraih pendanaan Seri A sebesar 36,5 juta dolar AS atau setara dengan Rp 603 miliar (kurs Rp 16.525,5). Pendanaan ini dipimpin oleh firma modal ventura Plural, dengan dukungan investor besar lainnya seperti Amazon Alexa Fund, Tesi, byFounders, Heartcore, Eurazeo, FOV Ventures, dan lainnya.
Didirikan pada tahun 2021 oleh eks-tim Nokia dan Varjo, IXI sebelumnya dikenal dengan nama Pixieray. Para pendirinya, Niko Eiden dan Ville Miettinen (Chief Algorithm Officer), dikenal memiliki rekam jejak kuat di bidang teknologi realitas campuran (mixed reality).
Kacamata pintar IXI dirancang dalam bentuk ramping dan nyaris tak mencolok, tetapi menyimpan teknologi canggih yang memungkinkan lensa beradaptasi otomatis terhadap pandangan pengguna. Solusi ini menjadi alternatif yang menjanjikan bagi para penderita presbiopia yang selama ini menghadapi keterbatasan dari kacamata konvensional.
Menurut laporan TechCrunch, prototipe kacamata ini dijadwalkan akan diperkenalkan pada akhir tahun 2025. Meski belum ada tanggal peluncuran resmi, IXI menargetkan harga produk setara dengan perangkat elektronik premium seperti iPhone, namun tetap dijangkau oleh pasar massal.







