IndonesiaBuzz: Jakarta, 20 Juni 2025 – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat. Pada penutupan perdagangan Kamis, rupiah melemah 94 poin atau 0,57 persen ke level Rp16.406 per dolar AS. Sementara kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga terkoreksi ke posisi Rp16.378 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan salah satu pemicu pelemahan rupiah adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. “Depresiasi nilai tukar rupiah berlanjut setelah kekhawatiran terkait kemungkinan AS ikut serta dalam konflik Israel–Iran, yang mendorong ketidakpastian semakin tinggi,” kata Josua, Kamis.
Situasi semakin memanas setelah laporan Wall Street Journal menyebut Presiden AS Donald Trump telah menyetujui rencana militer untuk menyerang fasilitas nuklir Iran di Fordow. Meski belum mengeluarkan perintah akhir, Trump memberi sinyal keputusan akan diambil dalam waktu dekat.
Laporan itu juga mengungkapkan bahwa Trump telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk terus melancarkan serangan ke Iran. Namun hingga kini belum ada konfirmasi langsung keterlibatan militer Amerika dalam konflik tersebut.
Selain faktor geopolitik, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi oleh kebijakan moneter Amerika Serikat. Bank Sentral AS atau The Fed, dalam keputusan Federal Open Market Committee (FOMC), tetap mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 4,25 hingga 4,5 persen.
Mengutip pernyataan resmi Fed, kebijakan tersebut bertujuan mencapai target inflasi dua persen dalam jangka panjang. The Fed juga tetap melanjutkan pengurangan kepemilikan surat utang pemerintah dan sekuritas beragun aset.
Dengan mempertimbangkan situasi global dan domestik, Josua memperkirakan pergerakan rupiah pada Jumat akan cenderung stagnan, terutama karena libur pasar di Amerika Serikat. “Kami perkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp16.350 hingga Rp16.475 per dolar AS,” ujarnya.







