IndonesiaBuzz: Jakarta, 20 Juni 2025 – Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pertanian Federasi Rusia Oksana Nikolaevna Lut membahas penguatan kerja sama strategis di sektor pertanian dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di St. Petersburg, Rusia.
Dalam keterangan resmi Kementerian Pertanian RI yang diterima di Jakarta, Kamis, disebutkan bahwa pertemuan tersebut membahas lima poin utama. Pertama, peningkatan investasi di sektor gula melalui kemitraan antara Indonesia dan Rusia. Kedua, peningkatan volume ekspor Crude Palm Oil atau CPO dari Indonesia ke pasar Rusia.
Ketiga, rencana pembangunan industri pupuk bersama sebagai bagian dari kerja sama ketahanan pangan. Keempat, pembukaan akses untuk impor daging dari Rusia ke Indonesia. Kelima, penguatan kerja sama teknis dan riset pertanian berbasis teknologi.
Pertemuan antara dua menteri pertanian itu turut disaksikan langsung oleh Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Keterlibatan dua kepala negara menunjukkan bahwa kerja sama di bidang pertanian menjadi salah satu fondasi penting dalam hubungan bilateral kedua negara.
Presiden Putin dalam pernyataan resminya menyampaikan komitmen Rusia untuk memperluas kerja sama strategis dengan Indonesia, tidak hanya dalam sektor pertanian, tetapi juga bidang energi, pertahanan, dan eksplorasi luar angkasa.
“Kami banyak mengembangkan kerja sama di bidang pertanian, penjelajahan luar angkasa, energi, serta militer dan teknis. Ada banyak peluang dan kami memiliki kapasitas untuk berkembang bersama” ujar Presiden Putin dalam pertemuan di Istana Konstantin, St. Petersburg, Kamis.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme atas penguatan hubungan Indonesia dan Rusia yang disebutnya terus mengalami perkembangan positif.
“Hubungan kita meningkat terus. Saya melihat banyak kemajuan di berbagai sektor. Ekonomi membaik, kerja sama semakin luas dan produktif” kata Presiden Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Rusia Oksana Nikolaevna Lut secara resmi mengundang Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman untuk melakukan kunjungan balasan ke Rusia pada Oktober 2025. Undangan tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral yang juga dihadiri oleh kedua presiden beserta jajaran menteri pendamping.
Undangan tersebut menjadi simbol keseriusan kedua negara dalam mempererat kemitraan strategis di sektor pangan. Selain itu, kunjungan tersebut diharapkan membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha pertanian dari kedua negara untuk menjalin kerja sama konkret.
Kunjungan Menteri Amran ke Rusia pada Oktober 2025 mendatang diharapkan menjadi tonggak penting bagi penguatan kerja sama industri pertanian yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.







