Indonesiabuzz: Startup – Siapa sangka, sebuah startup lokal yang dulunya tak banyak dikenal kini menjelma menjadi raksasa teknologi dengan valuasi nyaris menyentuh Rp 500 triliun. Di tengah tekanan ekonomi global dan kompetisi digital yang semakin ketat, perusahaan ini justru melesat, menjadi simbol kebangkitan ekonomi digital Indonesia.
Startup tersebut tak lain adalah GoTo, hasil penggabungan dua unicorn besar, Gojek dan Tokopedia. Sejak merger pada tahun 2021 senilai US$ 18 miliar, GoTo tumbuh pesat dan kini memiliki posisi strategis sebagai super app yang melayani berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari transportasi online, belanja daring, pembayaran digital, hingga logistik.
Valuasi GoTo kini dikabarkan mencapai hampir US$ 32 miliar, atau sekitar Rp 500 triliun, menempatkannya sebagai salah satu perusahaan teknologi dengan nilai tertinggi di kawasan Asia Tenggara. GoTo juga telah masuk dalam daftar perusahaan global paling berpengaruh versi Fortune, bersanding dengan nama-nama besar seperti Microsoft, Apple, dan Amazon.
Tak hanya tumbuh di dalam negeri, GoTo juga berhasil melakukan ekspansi ke berbagai negara di Asia Tenggara, seperti Vietnam, Thailand, Singapura, dan bahkan memperluas jangkauan hingga Australia. Langkah ini memperkuat posisinya sebagai pemain regional yang mampu bersaing di luar pasar domestik.
Strategi utama yang membawa GoTo ke titik ini adalah pendekatan ekosistem digital yang inklusif. Melalui integrasi berbagai layanan dalam satu platform, perusahaan mampu menciptakan pengalaman pengguna yang saling terhubung dan memperkuat loyalitas konsumen. Layanan-layanan seperti GoRide, GoCar, GoFood, Tokopedia, GoTo Financial, hingga GoSend dan GoMart menjadi bagian penting dari kehidupan digital jutaan pengguna.
Dalam wawancara khusus dengan CNBC Indonesia, CEO GoTo, Patrick Walujo, menegaskan fokus utama perusahaan:
“Setelah merger, fokus utama kami adalah membangun ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan. Kami ingin menyediakan layanan yang langsung dirasakan masyarakat, bukan sekadar platform teknologi.”
Meski sukses, tantangan tetap ada. Para analis menyoroti pentingnya keberlanjutan bisnis dan kemampuan untuk menghasilkan keuntungan. Valuasi tinggi tanpa profitabilitas dinilai tidak akan bertahan lama, terlebih di tengah tekanan ekonomi global. GoTo harus menunjukkan bahwa setiap unit usahanya mampu menciptakan arus kas positif dan efisiensi jangka panjang.
Di sisi lain, kompetisi juga makin ketat. Grab dan Shopee, dua rival besar di Asia Tenggara, terus berinovasi dan memperkuat ekosistem mereka masing-masing, menekan margin dan mempercepat adopsi teknologi baru di kawasan ini. Dalam kondisi seperti ini, ketahanan strategi dan inovasi menjadi kunci utama.
Namun, kisah sukses GoTo menjadi inspirasi nyata bahwa startup Indonesia mampu bersaing di panggung global. Melalui kolaborasi, inovasi, dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pasar lokal, GoTo berhasil membuktikan bahwa nilai bukan hanya soal angka, tapi juga dampak.
Kini, di tengah perubahan zaman dan tekanan geopolitik global, GoTo berdiri sebagai simbol keberhasilan digitalisasi nasional. Perusahaan ini telah menunjukkan bahwa dari startup kecil yang dulu tak dikenal, bisa lahir raksasa yang mengubah wajah ekonomi digital Indonesia.







