IndonesiaBuzz: Surakarta, 10 Februari 2025 – Puluhan orang yang menamai diri mereka sebagai Aliansi Rakyat Bergerak menggelar aksi berkeliling Kota Solo dengan menggunakan sepeda motor, Sabtu siang (9/2). Dalam aksi tersebut, mereka menuntut agar Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi), diadili atas dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan selama masa kepemimpinannya.
Rombongan massa bahkan sempat melintas di depan kediaman pribadi Jokowi di kawasan Sumber, Solo. Mereka membawa spanduk bertuliskan “Adili Jokowi” sebagai bentuk protes atas kebijakan yang mereka anggap merugikan rakyat dan lebih berpihak pada kepentingan asing.
Koordinator aksi, Usman Amirodin, menjelaskan bahwa tujuan aksi ini adalah memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Ia menilai bahwa pemerintahan Jokowi telah melakukan pelanggaran hukum dan membiarkan negara dikuasai oleh kekuatan asing.
“Gerakan ini fokus pada isu-isu nasional. Kami melihat kondisi bangsa sudah dijajah oleh kekuatan asing dan aseng. Ada tiga tahapan yang kami lihat terjadi: intervensi kebijakan pemerintah, ekspansi untuk menguasai wilayah, dan yang terakhir perampokan sumber daya. Ini yang kami soroti,” ujar Usman.
Usman menambahkan bahwa sebagai rakyat, mereka memiliki hak untuk melakukan bela negara sebagaimana tertuang dalam UUD 1945. “Apakah kami harus tutup mata dan telinga melihat kondisi seperti ini? Kami hanya menyampaikan fakta yang ada,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai bukti dari tuduhan mereka, Usman menyebut bahwa ada banyak indikasi yang menguatkan dugaan mereka. Salah satunya, menurutnya, adalah kebijakan Jokowi yang dianggap lebih mengutamakan kepentingan asing dibandingkan rakyat sendiri.
Usman juga menyinggung proyek Jalur Sutra yang dinilai membuka jalan bagi ekspansi asing di Indonesia. Beberapa kasus yang ia soroti antara lain proyek Pantai Indah Kapuk (PIK) 1 dan PIK 2 serta pagar laut yang disebutnya sebagai upaya merusak regulasi yang berlaku.
“Dan itu belum termasuk kasus-kasus lainnya. Masyarakat harus tahu. Jangan tutup mata dan telinga terhadap kondisi ini. Kami tidak ingin negara kita dirusak oleh satu orang saja, sehingga penegak hukum harus segera bertindak,” pungkasnya.







