IndonesiaBuzz: Finansial – Presiden Prabowo Subianto tetap optimis bahwa Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen di bawah kepemimpinannya, meskipun target ambisius tersebut kerap mendapat cemoohan dari berbagai pihak.
“Saya sering diejek, ‘Prabowo ini bicara 8 persen pertumbuhan, kita dinyinyir.’ Ya, tidak apa-apa,” ujar Prabowo saat menghadiri BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Selama 10 tahun terakhir, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat stagnan di kisaran 5 persen secara tahunan (year on year/yoy). Dana Moneter Internasional (IMF) juga memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap berada di angka 5 persen hingga 2029.
Dalam laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2024, IMF memperkirakan produk domestik bruto (PDB) Indonesia akan tumbuh 5 persen pada 2024, 5,1 persen pada 2025, dan tetap berada di level 5,1 persen hingga 2029.
Proyeksi IMF ini lebih rendah dibandingkan target pemerintah yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yaitu sebesar 5,2 persen untuk 2024 dan 2025. Meskipun demikian, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah masih lebih baik dibandingkan beberapa negara berkembang di Asia, yang diprediksi mengalami perlambatan.
Berdasarkan perhitungan IMF, ekonomi negara berkembang Asia diperkirakan tumbuh 5,3 persen pada 2024, turun menjadi 5 persen pada 2025, dan 4,5 persen pada 2029. IMF juga menurunkan proyeksi pertumbuhan sejumlah negara berkembang seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Namun, Prabowo tetap optimis bahwa Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, bahkan jika target 8 persen tidak tercapai.
“Kalau tidak sampai 8 persen, ya 7,5 persen. Kalau tidak sampai 7,5 persen, ya 7 persen,” ungkapnya.
Ia menambahkan, meski target pertumbuhan ditetapkan pada angka 6 persen, hasilnya bisa saja lebih rendah.
“Kalau kita puas dengan 6 persen, nanti kalau hanya 5,4 persen, ya sudahlah,” ujarnya.
Prabowo juga menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen, berkat kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah.
“Siapa tahu nanti bukan 8 persen, malah 9 persen. Kamu tidak percaya? Tunggu saja,” tandasnya.
Dengan optimisme tersebut, Prabowo berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke arah yang lebih tinggi, meskipun banyak pihak meragukan kemampuannya. @wara-e



