IndonesiaBuzz: Manado, 2 September 2024 – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar puncak acara Gebyar Kemerdekaan dan Pentas Seni Budaya yang menampilkan kekayaan budaya Jawa, Sunda, dan Minahasa. Acara tersebut merupakan puncak dari rangkaian acara gebyar kemerdekaan RI sekaligus kunjungan kerja oleh Karaton Kasunanan Surakarta yang berlangsung meriah di lapangan kawasan Megamas, Sabtu (31/8/2024) malam.
Dalam acara tersebut, rombongan dari Karaton Kasunanan Surakarta yang dipimpin langsung oleh Prameswari Dalem GKR Pakoe Boewono turut hadir. Rombongan ini didampingi oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, Putri Dalem GRAy Devi Lelyana Dewi, GRAy Putri Purnaningrum, serta sejumlah Sentono Dalem dan Abdi Dalem dari Karaton Surakarta Hadiningrat. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, bersama Ir Rita Maya Dondokambey Tamuntuan.
Sebagai bagian dari puncak acara, Karaton Kasunanan Surakarta menampilkan tiga tarian khas yang dibawa langsung dari Surakarta diantaranya Wireng Wira Iswara, Beksan Adaninggar Kelaswara dan Bambangan Cakil. Salah satu yang menarik perhatian adalah tarian Wireng Wira Iswara, yang merupakan tarian baru kreasi SISKS Pakoe Boewono XIII, Raja yang saat ini bertahta. Tarian ini diilhami dari wulang dalem Pakoe Boewono IX yang dituangkan dalam serat Wira Iswara.
Gubernur Olly Dondokambey dalam sambutannya menyatakan bahwa acara ini mencerminkan kerukunan yang telah lama tercipta di Sulawesi Utara, yang dikenal sebagai “kota laboratorium kerukunan.” Ia menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran seluruh masyarakat dari berbagai suku, adat, dan agama yang dapat hidup berdampingan dengan harmonis.
“Ini adalah momen yang sangat membahagiakan karena kita semua dapat berkomunikasi dengan baik, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun tokoh adat. Semua bisa hidup berdampingan,” ungkap Olly.
Gubernur juga mengapresiasi kehadiran GKR Pakoe Boewono dan rombongan dari Karaton Kasunanan Surakarta yang telah berpartisipasi dengan menampilkan tarian Jawa secara langsung di Sulawesi Utara.
“Ini sangat membahagiakan bagi kami, pemerintah Sulut dan seluruh masyarakat. Karena malam ini kita bisa menyaksikan pentas budaya secara langsung, dengan tari-tarian yang langsung dibawa dari Keraton Surakarta Hadiningrat,” ujarnya.

GKR Pakoe Boewone saat berikan sambutan di dampingi Putri Dalem GRAy Devi Lelyana Dewi dan GRAy Putri Purnaningrum
Sementara itu, Prameswari Dalem Karaton Kasunanan Surakarta dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga budaya nusantara agar tidak tergerus oleh pengaruh budaya asing yang semakin kuat.
“Kita semua harus menjaga budaya nusantara, agar tidak terbawa arus budaya asing yang semakin banyak mempengaruhi budaya kita sehari-hari,” jelas GKR Pakoe Boewono.
Ia juga menambahkan bahwa seni tari tidak hanya sekadar tontonan, tetapi juga mengandung tuntunan yang penuh dengan nilai-nilai budi pekerti.
Permaisuri Raja Karaton Kasunanan Surakarta tersebut menyatakan antusiasmenya terhadap ajakan dari Pemprov Sulawesi Utara untuk bekerjasama dalam memajukan kebudayaan nusantara.
“Saya menyambut dengan antusias karena hal ini merupakan salah satu tugas saya sebagai ketua umum Perkumpulan Kusumo Handrawina Nusantara (PKHN) untuk mengembangkan misi kebudayaan ke seluruh penjuru nusantara,” tandasnya.







