IndonesiaBuzz: Jakarta, 23 Agustus 2024 – Pasar modal Indonesia mencatat lonjakan signifikan dalam transaksi saham pada penutupan perdagangan, Kamis (22/8/2024). Di akhir sesi, total nilai transaksi saham mencapai Rp 39 triliun, jauh di atas rata-rata harian yang biasanya berada di kisaran Rp 9-12 triliun.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin didominasi oleh aksi profit taking. Meskipun ada demonstrasi, dampaknya terhadap IHSG relatif minim karena aksi ini sudah diprediksi beberapa hari sebelumnya menurut analisis William Hartanto, Founder WH Project.
“Banyak yang mengaitkan pelemahan IHSG dengan aksi demo, tetapi tampaknya pelemahan kemarin lebih banyak dimanfaatkan oleh investor asing untuk akumulasi,” katanya.
Lonjakan ini didorong oleh aksi beli dari investor asing, yang menjadi pemain utama dengan mencatatkan net buy sebesar Rp 1,59 triliun di tengah dinamika pasar yang sedang berlangsung. Meskipun ada ketegangan politik terkait revisi Undang-Undang Pilkada, mereka memanfaatkan momentum ini untuk melakukan akumulasi saham di tengah koreksi IHSG.
Sementara itu, Nafan Aji, Analis Mirae Asset Sekuritas, menilai pelemahan IHSG juga dipengaruhi oleh proyeksi defisit akun berjalan kuartal kedua. Menurutnya, defisit ini menggambarkan perlambatan ekonomi global yang berdampak pada kinerja ekspor Indonesia.
Nafan menambahkan bahwa demonstrasi saat ini hanya memberikan dampak sementara, sementara perhatian pelaku pasar masih tertuju pada pernyataan Jerome Powell di Simposium Ekonomi Jackson Hole.
“Penurunan IHSG bersifat sementara, dan selama situasi politik serta keamanan tetap terkendali, pasar masih memiliki prospek yang baik,” ujarnya.
Dengan arus modal asing yang masih positif, investor diharapkan tetap waspada namun tidak panik. Pemantauan lebih lanjut terhadap perkembangan politik dalam negeri dan kebijakan ekonomi global menjadi kunci dalam menentukan strategi investasi ke depan.







