IndonesiaBuzz: Fashion – SMKN 1 Buduran Sidoarjo kini menjadi sorotan di panggung internasional setelah menggelar pameran fashion yang memperkenalkan 24 set baju Ready To Wear (RTW) yang mengangkat keindahan batik sebagai tema utamanya. Pameran yang diadakan di Surabaya ini tidak hanya memamerkan kreasi-kreasi menawan tetapi juga menunjukkan komitmen kuat terhadap praktik berkelanjutan.
Kepala SMKN 1 Buduran, Dra. Agustina, dalam pembukaan pameran Selasa, (30/4/2024) , mengungkapkan bahwa semua kain yang digunakan dalam koleksi ini terbuat dari serat alami dan katun, dengan teknik pewarnaan yang memanfaatkan limbah lumpur Sidoarjo. Inovasi ini adalah bagian dari upaya sekolah untuk mengembangkan konsep eco fashion yang ramah lingkungan.
“Pameran ini merupakan buah dari kerja sama antara SMKN 1 Buduran dan Mitra Dudika Kakean Gallery (PT Kakean Primanda) dalam rangka pengembangan TEFA, yang adalah model pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan dengan dunia industri, khususnya industri fashion global,” jelas Dra. Agustina.
TEFA (Teaching Factory) dirancang untuk menjawab tantangan yang ada di industri saat ini, dengan fokus pada produksi dan bisnis yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).
Achmad Nur Hasim, pemilik Kekean Wastra dan perwakilan Mitra Dudika, menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam meningkatkan nilai dan posisi brand di industri fashion. “Kerja sama ini tidak hanya memperkuat posisi Mitra Dudika dan SMKN 1 Buduran di industri, tetapi juga mendukung komitmen pemerintah terhadap pengembangan industri berkelanjutan,” ujar Hasim.
Dalam proyek kolaborasi ini, Mitra Dudika berperan sebagai supervisor tim teknis dari sekolah dan bertanggung jawab dalam proses kurasi karya-karya siswa. Karya-karya yang terpilih meliputi desain dari Yessi Nur Almira, Izzata Syifana Azza, Fitri Uhillatut Thoyibah, Dzikrullah Ullah, Ficaria Beautiful A, dan Lailatul Mufidah, menunjukkan bakat dan potensi besar dari para siswa SMKN 1 Buduran.
Koleksi yang dipamerkan bukan hanya menampilkan keindahan batik, tetapi juga menunjukkan bagaimana industri fashion dapat berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan pengembangan ekonomi lokal melalui inovasi dan kreativitas.







