Indonesiabuzz.com : 1 Mei 2024 – Akun instagram yang diyakini oleh banyak orang di Indonesia merupakan akun milik Shen Yinhao wasit di laga antara Indonesia VS Uzbekistan menuai banyak sekali kata – kata sumpah serapah dari warganet.
Bahkan sejumlah figur publik juga ikut menuliskan komentar di akun tersebut, mulai dari Fadil Jaidi, Darius Sinathrya, Coki Pardede, Alshad Ahmad, Atta Halilintar, Dinar Candy, dan banyak lagi.
Atas banyaknya komen berisi sumpah serapah, kemudian akun tersebut meminta agar warga Indonesia berhenti menuliskan komentar-komentar buruk untuknya.
“Saya mohon Anda berhenti, saya hanya melakukan pekerjaan saya. Menurut Anda itu tidak adil, tapi bagaimana cara Indonesia melawan Korea Selatan? Apakah itu adil?” tulisnya dalam bahasa Inggris.
Belum dikonfirmasi apakah pemilik akun Instagram tersebut benar-benar wasit Shen Yinhao yang kini menjadi musuh rakyat Indonesia atau akun palsu.
Namun banyak yang meragukan keaslian akun tersebut, karena warga Tiongkok jarang main Instagram. Kebanyakan dari mereka memilih Weibo sebagai media sosial.
“Kayaknya bukan deh. Orang Cina jarang main IG, kalau Weibo sih gue percaya,” komentar akun @mar***
“Woy itu bukan akun aslinya. Kalian kena prank,” tambah akun @wie***
“Banyak banget orang iseng yang bikin akun pakai nama dia. Nggak yakin itu benar-benar akunnya apa nggak,” ujar akun @olp***
Hingga berita ini dibuat, akun @shenyinhao.official telah diikuti lebih dari 92 ribu orang.
Seperti diketahui, dalam laga Indonesia vs Uzbekistan pada Senin (29/4/2024) lalu, wasit asal Tiongkok itu membuat sejumlah keputusan yang dianggap merugikan skuad Garuda Muda.
Pada babak pertama, Shen Yinhao membatalkan tendangan bebas yang didapat Timnas Indonesia U-23. Padahal posisinya menguntungkan, yakni samping garis kotak penalti Timnas Uzbekistan U-23.
Kemudian di babak kedua, Shen Yinhao menganulir gol yang dicetak Muhammad Ferarri untuk Timnas Indonesia U-23 karena diyakini lebih dulu berada dalam posisi offside.
Setelah Timnas Indonesia U-23 kebobolan 0-1, Rizky Ridho diganjar kartu merah akibat pelanggaran yang bisa diperdebatkan. (Puthut-Red)







