IndonesiaBuzz: Pendidikan – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur, Dinas Pendidikan setempat telah melakukan optimalisasi pengelolaan keuangan melalui kegiatan “Bijak Pengelolaan Keuangan Pemda untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Prestasi Siswa”.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dihadiri oleh Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fatoni. Hal ini dilakukan mengingat pentingnya pengelolaan keuangan dalam lingkungan pendidikan.
“Amanah gubernur kepada Dinas Pendidikan Jatim untuk memimpin SMA, SMK, dan SLB di 38 kabupaten/kota dengan anggaran mencapai Rp8,9 triliun, menjadi tanggung jawab luar biasa bagi kami. Pengelolaan anggaran dan luas wilayah yang besar merupakan tantangan tersendiri,” ujar Aries Agung Paewai, Sabtu (16/3/2024).
Meskipun begitu, Aries juga mengakui adanya tantangan besar pada tahun 2023 dengan tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Dispendik. Namun, ia berharap agar pada tahun 2024, semua program pendidikan dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta mengurangi jumlah SiLPA yang tinggi.
Sementara itu, Dirjen Keuangan Kemendagri, Agus Fatoni, menyoroti indikator peningkatan kapasitas kinerja, terutama dalam pengelolaan keuangan, realisasi anggaran, dan pengukuran kinerja. Menurutnya, Dinas Pendidikan Jawa Timur perlu meningkatkan kapasitas kinerjanya untuk mengoptimalkan pengelolaan keuangan.
Fatoni juga menyampaikan bahwa masalah yang sering muncul dalam pengelolaan keuangan di sektor pendidikan adalah rendahnya realisasi anggaran, terutama terkait sumber daya manusia (SDM), kapasitas, dan jumlah orang. Namun, solusi telah ditemukan, seperti penggunaan lelang dini menggunakan e-katalog, yang telah dimiliki dan lengkap oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur.
“Kami berharap dengan peningkatan kapasitas kinerja dan penggunaan solusi yang tepat, pengelolaan anggaran di sektor pendidikan dapat menjadi lebih optimal,” tutur Fatoni.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kualitas pendidikan di Jawa Timur dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi prestasi siswa serta kemajuan pendidikan di daerah tersebut.







