IndonesiaBuzz: Jakarta – Memberikan kebiasaan membaca buku pada anak tidak hanya memberikan hiburan semata, namun juga memiliki dampak positif terhadap kesehatan mental dan emosional mereka. Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr.dr.Hesti Lestari Sp.A(K) menekankan pentingnya rutinitas membaca sejak dini dalam membangun interaksi positif antara anak dan orangtua.
Dalam sebuah media briefing virtual pada Senin (11/12/2023), Dr. Hesti Lestari menyatakan bahwa kebiasaan membaca bukan hanya sekadar mengisi waktu luang, melainkan juga membentuk fondasi kesehatan mental anak secara sosial dan emosional. “Jadi banyak hal memengaruhi tapi kebiasaan membaca bisa salah satu cara bisa mengembangkan kesehatan mental yang baik bagi anak, (secara) sosial dan emosional,” ungkapnya.
Interaksi positif yang terbangun selama kegiatan membaca buku bersama orangtua menciptakan lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang. Selain itu, buku-buku yang dibacakan juga dapat menyampaikan pesan moral khusus, membantu anak memahami nilai-nilai dan merespons kejadian hidup melalui cerita-cerita yang mereka temui dalam buku.
“Orangtua mengajarkan itu bisa lewat mendongeng. Dianjurkan dia memilih buku, diajarkan. Tentu saja memengaruhi kesehatan mental,” tambahnya.
Sebaliknya, situasi keluarga yang didominasi oleh ketakutan dan kekerasan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental anak. Anak yang terpapar stres berkepanjangan akibat lingkungan keluarga yang tidak kondusif tidak hanya mengalami gangguan emosional, tetapi juga berpotensi mempengaruhi pertumbuhan fisik mereka.
Dengan demikian, penting bagi orangtua untuk menciptakan rutinitas membaca bersama anak sebagai upaya membangun fondasi kesehatan mental yang kuat sejak dini. Kegiatan membaca bukan hanya sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana yang efektif untuk mempererat ikatan emosional antara orangtua dan anak. @cinde







