IndonesiaBuzz: Jember, 14 Desember 2023 – Tiga orang pelaku pembunuhan dengan cara menggorok leher korban yang bernama Hasiyah (60), yang ditemukan tewas di tepi aliran sungai Desa Keting, Kec. Jombang, Kab. Jember pada Senin (13/11) telah berhasil ditangkap.
Dua di antaranya ditembak kakinya karena berusaha kabur. Ketiga pelaku yang ditangkap adalah SA (50) warga Desa Yosowilangun Lor, Lumajang. Kemudian AW (53) warga Desa Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, dan SN (35) yang tak lain adalah putri kandung korban.
“Tepat sebulan setelah kejadian itu, kita berhasil menangkap tiga pelaku. Dua pelaku terpaksa kita tembak kakinya karena berusaha kabur saat ditangkap,” kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Abid Uais Al Qarni Aziz, Rabu (13/12/2023).
Menurut Abid, usai kejadian, AW kabur ke Kalimantan. Sedangkan SN yang tak lain adalah putri korban, berupaya menutupi peristiwa itu dengan berpura-pura sedih dan merasa kehilangan.
“Putri korban ini ketika kita mintai keterangan sering berbelit,” ujar Abid.
Namun akhirnya polisi berhasil mengungkap kasus tersebut. AW berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di Kalimantan. Lalu menyusul ditangkapnya SA.
“Dua orang ini terpaksa kita beri tindakan tegas karena berusaha kabur,” terang Abid.
“Untuk barang bukti yakni pisau, sabit (celurit), dan juga celana korban dibuang ke sungai. Masih kami lakukan pengembangan untuk mencari barang bukti,” imbuhnya.
Setelah dua pelaku tertangkap, kemudian pihak kepolisian menangkap SN yang tak lain putri kandungnya karena ternyata terlibat dalam rencana pembunuhan. Ketiga tersangka kini dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.
Abid menyebut motif pembunuhan lantaran SN yang sakit hati karena rencana pernikahannya dengan salah satu pelaku yakni SA, tak direstui oleh Ibunya.
Setelah ditelusuri, pernikahan itu tak direstui lantaran calon suami anaknya tersebut, ternyata pernah menjalin asmara dengan Ibunya. Karena tak direstui, SA dan SN yang sakit hati kepada Hasiyah, kemudian merencanakan pembunuhan Hasiyah.
“Jadi SA dan SN ini sakit hati karena korban tidak merestui pernikahan mereka. Dan juga belakangan kita ketahui pernah ada hubungan asmara antara SA dengan korban,” terang Abid, Rabu (13/12/2023).
Abid lalu menjelaskan bahwa rencana pembunuhan berawal saat AW, salah satu tersangka lainnya mengajak korban keluar dengan berboncengan motor. Ketiga tersangka dan korban selama ini diketahui telah saling kenal. Sehingga saat AW mengajak keluar malam hari, korban tak curiga.
AW dan korban lalu berboncengan dengan motor yang melaju ke arah jalan tepi sungai Desa Keting. Sedangkan SA bersama SN yang juga berboncengan naik motor, ternyata mengikuti dari belakang.
Sesampai di TKP, AW menghentikan motor dan langsung berusaha menghabisi korban. Tersangka SA dan SN yang datang belakangan juga akhirnya turut membantu.
“Di TKP eksekutor pertama tersangka SA menggorok leher korban, kemudian kedua pelaku lainnya memegangi tangan korban dan mementungi (memukul) kepala korban memakai gagang celurit,” jelas Abid.
Untuk menghilangkan jejak sebagai pembunuhan berencana, ketiga pelaku lalu merekayasa seolah-olah Hasiyah sebagai korban pembunuhan perampok. Itu kenapa uang dan motornya dibawa oleh ketiga tersangka.
“Pembunuhan ini dikesankan seperti perampokan dengan cara pelaku membawa uang yang ada di celana korban. Motor korban yang dipakai berboncengan dengan AW juga dibawa kabur dan kemudian digadaikan,” terang Abid.
Mayat Hasiyah tanpa identitas itu kemudian ditemukan warga setempat keesokan harinya atau pada Senin, 13 November 2023 sekitar pukul 7.00 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban kemudian diketahui bernama Hasiyah (60), warga Desa Wonojati, Jenggawah. Jarak antara rumah korban dengan lokasi korban ditemukan, sekitar 40 kilometer. (Red-Puthut).







