IndonesiaBuzz: Wonogiri, 26 Juni 2026 – Polres Wonogiri mengerahkan 479 personel gabungan untuk mengamankan prosesi pengesahan 149 warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) P17 Ranting Purwantoro Cabang Ponorogo yang berlangsung di Gudang Janggelan milik H. Kasiman, Desa Kenteng, Kecamatan Purwantoro, Kamis (25/6/26) hingga Jumat (26/6/26) dini hari.
Pengamanan diawali dengan apel kesiapan personel sebagai langkah memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi preventif Polres Wonogiri dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan pada agenda yang melibatkan ratusan peserta dan warga pendamping.
Apel pengamanan sekaligus menjadi sarana penyamaan persepsi bagi seluruh personel mengenai pola pengamanan, pembagian tugas, serta langkah-langkah antisipatif selama prosesi berlangsung.
Ratusan personel yang diterjunkan berasal dari berbagai unsur, terdiri atas 339 personel Polres Wonogiri, 30 personel Kodim 0728/Wonogiri, 73 personel BKO Brimob, 27 personel BKO Direktorat Samapta Polda Jawa Tengah, serta 10 personel pengamanan internal PSHT.
Seluruh operasi pengamanan berada di bawah kendali Kabag Ops Polres Wonogiri Kompol Agus Syamsudin dengan pola pengamanan terpadu yang melibatkan koordinasi antara aparat keamanan, panitia pelaksana, dan pengurus PSHT.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap tahapan kegiatan berlangsung sesuai rencana tanpa mengganggu ketertiban masyarakat di sekitar lokasi.
Prosesi pengesahan diikuti 149 calon warga baru, terdiri atas 114 peserta putra dan 35 peserta putri.
Kegiatan dipimpin Ketua PSHT P17 Ranting Purwantoro Cabang Ponorogo, Nurun Romadhon, selaku penanggung jawab pelaksanaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Ketua PSHT Cabang Ponorogo Moh. Komarudin, jajaran Dewan Pengesah PSHT Cabang Ponorogo, para pengurus organisasi, serta ratusan warga pendamping.
Rangkaian acara dimulai dengan registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PSHT, dilanjutkan prosesi selametan, keceran, hingga pemberian jurus kunci sebagai puncak pengesahan warga baru.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo menegaskan bahwa apel pengamanan menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh personel memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing selama bertugas di lapangan.
Menurutnya, pengamanan kegiatan masyarakat harus dilaksanakan secara profesional tanpa mengabaikan pendekatan yang humanis.
“Kami menekankan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan profesional, humanis, dan penuh rasa tanggung jawab. Alhamdulillah, berkat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, panitia, pengurus PSHT, serta seluruh elemen masyarakat, kegiatan pengesahan warga baru PSHT di Purwantoro berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif tanpa adanya kejadian menonjol,” ujar AKBP Wahyu Sulistyo.
Ia menambahkan pola kolaborasi lintas instansi seperti ini akan terus dipertahankan dalam setiap kegiatan masyarakat yang melibatkan jumlah peserta besar.
“Ke depan, sinergi seperti ini akan terus kami pertahankan untuk menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Wonogiri tetap aman dan kondusif,” tambahnya.
Keberhasilan pengamanan pengesahan warga baru PSHT di Purwantoro menunjukkan pentingnya koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan panitia kegiatan.
Pendekatan kolaboratif dinilai mampu menciptakan situasi yang kondusif tanpa mengurangi kekhidmatan prosesi pengesahan yang menjadi bagian dari tradisi organisasi pencak silat.
Polres Wonogiri juga mengajak seluruh perguruan silat di Kabupaten Wonogiri untuk terus menjaga nilai-nilai persaudaraan, menjunjung tinggi sportivitas, serta mengedepankan penyelesaian setiap persoalan melalui komunikasi dan musyawarah.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, kepolisian berharap seluruh kegiatan organisasi kemasyarakatan dapat berlangsung secara damai, sekaligus memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Wonogiri.







