IndonesiaBuzz: Historia – Patung Garuda Wisnu Kencana yang menjulang di atas Bukit Ungasan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 22 September 2018. Proyek monumental yang memakan waktu sekitar 28 tahun itu kini menjadi ikon baru Bali, dengan ketinggian 121 meter dan berat 4.000 ton.
Ide pendirian patung GWK dicetuskan pada akhir 1980-an oleh maestro Bali I Nyoman Nuarta, meski sempat menghadapi penolakan publik. Nyoman membayangkan GWK sebagai kawasan wisata budaya baru, yang menampilkan nilai-nilai seni dan warisan budaya nusantara. Dukungan untuk proyek ini baru terwujud secara bertahap.
Pembangunan GWK sempat tertunda setelah peletakan batu pertama pada 8 Juni 1997 karena krisis moneter 1997–1998. Proyek dilanjutkan kembali pada 2013 oleh pihak swasta, dan akhirnya patung GWK selesai dibangun dan diresmikan Presiden Jokowi pada 22 September 2018. Seluruh proses dari gagasan awal hingga peresmian memakan waktu sekitar 28 tahun.
Acara peresmian ini dihadiri oleh Presiden Jokowi beserta seniman pencipta patung, I Nyoman Nuarta, serta tokoh-tokoh agama Hindu dan masyarakat luas.
Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyanjung GWK sebagai “mahakarya anak bangsa” karena menjadi salah satu patung tembaga terbesar di dunia. Ia menegaskan bahwa patung ini bukan hanya ikon budaya Bali tetapi juga ikon pariwisata nasional, hasil karya kreatif anak bangsa.
Kini kawasan GWK tidak hanya menjadi tujuan wisata favorit di Bali, tetapi juga sering dipakai sebagai tempat penyelenggaraan acara-acara internasional. Bagi masyarakat Bali, kehadiran GWK bermakna sebagai wujud nyata pengembangan warisan budaya dalam bentuk karya seni monumental yang mendunia, sekaligus memperkuat citra Bali sebagai tujuan pariwisata global. @indonesiabuzz







