“Satu-Satunya Tempat yang Tak Menuntut Jawaban”
Surakarta, 24 Juni 2025
angin tak berkata apa-apa, ia hanya lewat
menyentuh daun cemara yang tak lagi hijau sepenuhnya
jalan setapak itu tak bertanya
mengapa kau datang
dengan ransel penuh bayangan dan pertanyaan yang kau simpan sendiridi sini
langit terlalu dekat
seperti ingin menyampaikan sesuatu
yang tak bisa dimengerti oleh kota
kau duduk di batu yang diam sejak ratusan tahun lalu
memandang kabut yang lambat-lambatmenutupi sisa pagi
tidak ada suara, selain nafas
mudan detak jantung bumi
yang memelukmu perlahan
di 1830 mdpl,kau tak menemukan jawaban
hanya hening yang perlahan-lahan menjadi teman







