Tuesday, September 29, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Humaniora Historia

18 September 1948: Sejarah Kelam Pemberontakan PKI di Madiun

by Redaksi IndonesiaBuzz
September 18, 2023
Reading Time: 3 mins read
18 September 1948: Sejarah Kelam Pemberontakan PKI di Madiun

Monumen Kresek, salah satu lokasi pembantaian yang dilakukan oleh PKI terhadap sejumlah tokoh masyarakat di Madiun pada tahun 1948. (Foto: IndonesiaBuzz)

IndonesiaBuzz: Historia – Pada tanggal 18 September 1948, Indonesia menyaksikan salah satu babak kelam dalam sejarahnya: Pemberontakan PKI Madiun. Partai Komunis Indonesia (PKI), di bawah kepemimpinan Musso, melancarkan serangan terhadap pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Ir. Sukarno.

Pemberontakan ini terjadi di Madiun, Jawa Timur, dan dianggap sebagai ancaman serius terhadap persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pimpinan PKI Musso menyatakan berdirinya Republik Soviet Indonesia, memperumit situasi politik yang tengah berkecamuk.

Peristiwa ini tak bisa dipisahkan dari runtuhnya Kabinet Amir Syarifuddin pada tahun 1948. Amir, yang menjabat sebagai Perdana Menteri, menandatangani Perjanjian Renville yang ternyata merugikan Indonesia. Sebagai hasil dari kesepakatan ini, hanya Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Sumatera yang diakui sebagai wilayah Republik Indonesia oleh Belanda. Tak ayal, keputusan ini memicu kontroversi dan menyebabkan jatuhnya Kabinet Amir, yang kemudian diambil alih oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Amir tidak sepakat dengan Kabinet Hatta, sehingga ia membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR) pada 28 Juni 1948. FDR menjadi wadah bagi partai oposisi yang terdiri dari komunis dan sosialis kiri.

BeritaTerkait

Diskusi Publik KY, PB XIV Ungkap Sejarah Peradilan Kraton

Wastra Madiun Tampil di APKASI Otonomi Expo 2026, Angkat Identitas Budaya Daerah

FDR terdiri dari beberapa partai, antara lain:

  • Partai Komunis Indonesia (PKI)
  • Partai Sosialis Indonesia (PSI)
  • Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo)
  • Partai Buruh Indonesia (PBI)
  • Sarekat Buruh Perkebunan Republik Indonesia

Seiring berjalannya waktu, FDR yang dipimpin oleh Amir semakin radikal dan memberikan perlawanan keras terhadap Kabinet Hatta. Gerakan ini memiliki dua kekuatan utama, yaitu TNI-Masyarakat dan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) yang memiliki hampir 300.000 anggota.

Ketegangan semakin memuncak ketika Hatta memulai program rasionalisasi dan menyematkan label komunis pada TNI-Masyarakat. FDR mulai mencari dukungan dari kalangan petani dan buruh, mendorong mereka untuk mogok kerja. Namun, pemerintah menganggap tindakan ini sebagai ancaman serius terhadap negara.

Situasi semakin kompleks dengan kembalinya tokoh komunis Indonesia yang pernah belajar di Uni Soviet, Musso, ke tanah air. Bersama Amir, mereka melakukan kampanye propaganda di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk menyebarluaskan ideologi komunis.

Puncak dari ketegangan ini terjadi pada bulan September 1948, di mana pemerintah dan kelompok sayap kiri saling menculik. Akibatnya, Madiun di Jawa Timur menjadi benteng terakhir FDR. Pada tanggal 18 September 1948 pukul 03.00 pagi, FDR Madiun mulai merebut pejabat pemerintah daerah, pusat telepon, dan markas tentara.

Dalam serangan ini, dua perwira tewas dan empat orang terluka. Dalam hitungan jam, Madiun berhasil dikuasai sepenuhnya oleh FDR. Setiadjit dan Wikana dari FDR mengambil alih pemerintahan sipil dan membentuk Front Pemerintah Nasional Daerah Madiun.

Namun, situasi berubah ketika Presiden Soekarno dan Musso menyuarakan pandangan mereka pada malam tanggal 19 September 1948. Soekarno menyatakan pemberontakan Madiun sebagai upaya penggulingan pemerintah Indonesia. Sementara itu, Musso membentuk Republik Soviet Indonesia dan menyatakan perang terhadap Indonesia dengan menuding Sukarno-Hatta sebagai budak imperialisme dan pengedar Romusha.

Meskipun begitu, beberapa pemimpin FDR memilih untuk tidak memihak kepada Musso dan menyatakan kesiapan untuk berdamai dengan pemerintah. Namun, upaya untuk mencari penyelesaian damai tampak diabaikan oleh pemerintah. Mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk menumpas sayap kiri di Indonesia.

Brigade Siliwangi Letkol Sadikin dikirim untuk mengambil alih Madiun. Untuk menghindari konflik dengan TNI, FDR/PKI mundur ke pegunungan sekitar Madiun. Namun, mereka dikepung oleh Batalion Divisi Sungkono yang dipimpin oleh Mayor Sabarudin di desa Kandangan.

Pada tanggal 28 Oktober 1948, pemerintah menangkap sekitar 1.500 orang. Musso akhirnya ditembak mati pada tanggal 31 Oktober 1948 saat bersembunyi di sebuah kamar kecil. Sebulan kemudian, Djoko Sujono dan Maruto Darusman juga ditangkap. Amir akhirnya tertangkap pada tanggal 4 Desember 1948 bersama tokoh FDR lainnya.

Pada tanggal 19 Desember 1948, Amir, Maruto, Djoko, Suripno, dan para pemimpin FDR dieksekusi. Tindakan ini dianggap sebagai simbol keberhasilan pemerintah dalam memadamkan pemberontakan.

Diperkirakan sekitar 24.000 orang tewas dalam peristiwa PKI Madiun, dengan 8.000 di antaranya berasal dari Madiun, 4.000 dari Cepu, dan 12.000 dari Ponorogo. Gubernur Jawa Timur saat itu, RM Suryo, juga tewas dalam peristiwa ini, bersama dengan sejumlah tokoh lainnya. Peristiwa Pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 ini menjadi salah satu catatan kelam dalam sejarah Indonesia. @indonesiabuzz

Tags: HistoriaPemberontakan PKI Madiunsejarah
Share222SendScan

Trending

KPK Soroti 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Tercatat di SIMAK BMN
News

KPK Soroti 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Tercatat di SIMAK BMN

10 hours ago
350 Prajurit Yon Armed 12 Kostrad Pulang dari Pamtas RI-RDTL
News

350 Prajurit Yon Armed 12 Kostrad Pulang dari Pamtas RI-RDTL

10 hours ago
KONI Wonogiri Siapkan 86 Atlet untuk Porprov Jateng 2026, Bidik 7 Emas
Sport

KONI Wonogiri Siapkan 86 Atlet untuk Porprov Jateng 2026, Bidik 7 Emas

11 hours ago
BI Waspadai Tekanan Rupiah akibat Penguatan Dolar AS dan Pergeseran Arus Modal
Ekonomi & Bisnis

BI Waspadai Tekanan Rupiah akibat Penguatan Dolar AS dan Pergeseran Arus Modal

14 hours ago
Ditjen Pas Periksa 55 Orang Usai Ombudsman Temukan Klaster Merah di Lapas Cibinong
News

Ditjen Pas Periksa 55 Orang Usai Ombudsman Temukan Klaster Mewah di Lapas Cibinong

14 hours ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

KPK Soroti 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Tercatat di SIMAK BMN

KPK Soroti 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Tercatat di SIMAK BMN

September 28, 2026
350 Prajurit Yon Armed 12 Kostrad Pulang dari Pamtas RI-RDTL

350 Prajurit Yon Armed 12 Kostrad Pulang dari Pamtas RI-RDTL

September 28, 2026

TERPOPULER

KPK Sita Sawah 1.938 Meter Persegi di Ngawi, Pasang Papan Penyitaan

Diskusi Publik KY, PB XIV Ungkap Sejarah Peradilan Kraton

DPRD Ngawi Turun Lapangan di Tiga Pilar Cup 2026, Tekankan Dukungan untuk Persinga

Bawa Sajam dan Diduga Aniaya Ibu, Pria di Ngawi Dievakuasi Satpol PP

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In