IndonesiaBuzz: Internasional – Rwanda dilaporkan mengalami wabah virus Marburg yang mematikan sejak akhir September 2024. Hingga Kamis (3/10/2024), 11 warga telah meninggal dunia akibat infeksi virus ini, sementara tercatat ada 36 kasus infeksi di negara Afrika Timur tersebut.
Wabah ini mulai terdeteksi pada akhir September 2024, dengan laporan terbaru pada 3 Oktober 2024. Wabah ini menjadi perhatian serius karena Marburg dikenal sebagai salah satu virus paling mematikan di dunia.
Selain Rwanda, beberapa negara lain seperti Jerman, Serbia, Angola, Guinea, dan Uganda juga pernah melaporkan infeksi virus Marburg.
Virus Marburg berasal dari keluarga Filoviridae, yang sama dengan Ebola. Penyakit ini menyebabkan demam berdarah dengan tingkat fatalitas tinggi, mencapai 88 persen pada kasus yang parah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus memantau perkembangan dan memberikan peringatan akan potensi bahaya penyebaran.
Virus ini ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh dari kelelawar buah yang terinfeksi termasuk darah, air liur, urine, dan feses serta kontak langsung dengan penderita.
Petugas kesehatan yang merawat pasien juga berisiko tinggi jika tidak menggunakan alat pelindung diri sesuai protokol kesehatan. Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan antivirus yang efektif untuk Marburg, sehingga perawatan berfokus pada pengelolaan gejala dan memperkuat daya tahan tubuh pasien.
Untuk mencegah penyebaran, WHO merekomendasikan penggunaan alat pelindung diri, seperti masker dan sarung tangan saat merawat penderita, serta isolasi diri bagi mereka yang berpotensi tertular. Hindari kontak langsung dengan kelelawar buah dan primata, terutama di wilayah yang terdampak wabah.
Virus Marburg terus menjadi ancaman serius bagi kesehatan global. Warga Rwanda dan negara-negara terdekat diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan.







