IndonesiaBuzz: Ngawi, 15 April 2026 – Keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di Kabupaten Ngawi yang viral di media sosial mendapat tanggapan resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Ngawi. Melalui Bidang Bina Marga, pemerintah daerah menegaskan bahwa secara umum kondisi jalan di wilayah tersebut masih dalam kategori baik.
Berdasarkan data tahun 2025, sebanyak 96,78 persen jalan di Ngawi tercatat dalam kondisi mantap. Sementara itu, 0,58 persen tergolong rusak ringan dan 2,64 persen mengalami kerusakan berat.
Kepala Bidang Bina Marga PUPR Ngawi, Fauzi Amir Rahman, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari penanganan infrastruktur yang dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, penanganan jalan mencapai 45,22 kilometer, meningkat menjadi 48,70 kilometer pada 2023, dan melonjak hingga 69,75 kilometer pada 2024. Sementara pada 2025, penanganan jalan tercatat sepanjang 35,30 kilometer.
Dari sisi pekerjaan fisik, pada 2024 dilakukan pengaspalan sepanjang 36.750 meter, pembangunan jalan rigid beton 30.600 meter, serta pemasangan paving 2.400 meter. Sedangkan pada 2025, pekerjaan difokuskan pada pengaspalan sepanjang 25.208 meter dan rigid beton sepanjang 10.100 meter.
Memasuki tahun 2026, PUPR Ngawi mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,2 miliar untuk pemeliharaan rutin jalan. Anggaran tersebut difokuskan pada sejumlah ruas yang menjadi perhatian publik, seperti Karangjati-Rejuno-Pakolan, Kedung Perahu-Waduk Pondok, Kendal-Playaran-Patalan, serta Jati Gembol-Begal-Jogorogo, yang dijadwalkan segera diperbaiki.
Fauzi menambahkan, tingginya persentase jalan mantap tidak terlepas dari kombinasi program rekonstruksi sepanjang 14,5 kilometer, pemeliharaan berkala 20,8 kilometer, serta pemeliharaan rutin 36,5 kilometer.
Namun demikian, ia mengakui bahwa pada tahun 2026 penanganan infrastruktur masih menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi. Tahun ini, hanya empat titik rekonstruksi yang dapat dilaksanakan, salah satunya di ruas Tambakromo-Campurasri dengan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp10,5 miliar.
“Penanganan tetap berjalan, namun dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas,” ujarnya Rabu, (15/04/26).
Selain jalan, kondisi jembatan di Ngawi juga dinilai relatif baik. Hingga 2025, sebanyak 67,40 persen jembatan berada dalam kondisi baik, 32,15 persen kondisi sedang, dan hanya 0,44 persen yang mengalami kerusakan berat. Secara keseluruhan, terdapat 451 unit jembatan yang tersebar di 19 kecamatan dan menjadi kewenangan PUPR.
PUPR Ngawi pun mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar serta berperan aktif dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. (Esaputra /Koresponden Ngawi)






