IndonesiaBuzz: Solo, 22 September 2025 – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo hingga kini berjalan tanpa kasus keracunan. Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan, terutama terkait temuan ulat pada sayuran di salah satu sekolah penerima manfaat.
Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG Kota Solo, Priyo Widyastoko, mengakui temuan tersebut pada Senin (22/9/25). Menurutnya, penggunaan bahan organik tanpa pestisida membuat potensi adanya ulat sulit dihindari.
“Kami dianjurkan tidak memakai bahan kimia. Jadi memang harus organik. Karena itu, kemungkinan ada ulat di sayur masih bisa terjadi,” ujar Priyo.
Ia menambahkan, temuan tersebut telah menjadi bahan evaluasi. Pihaknya berupaya memperketat pemeriksaan bahan baku, salah satunya dengan menambah penerangan di dapur agar proses sortir lebih teliti.
“Sementara ini kami coba evaluasi bagaimana caranya tidak ada ulat. Misalnya dengan lampu penerangan lebih terang dan pengecekan lebih detail sebelum sayur diolah,” kata dia.
Priyo menegaskan, bila ditemukan ulat, pihak dapur MBG siap mengganti makanan tersebut. Secara umum, ia menilai pelaksanaan MBG di Solo relatif baik, meski beberapa dapur baru masih perlu penyesuaian.
“Dapur-dapur lama sudah cukup stabil. Yang baru masih butuh waktu beberapa pekan untuk menyesuaikan agar kesalahan bisa diminimalisasi,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa ketiadaan kasus keracunan menjadi indikator positif pelaksanaan MBG di Solo. Menurutnya, hal ini bisa tercapai karena penerapan standar operasional prosedur (SOP) dijalankan secara ketat.
“Alhamdulillah sampai saat ini di Solo zero keracunan. Itu berkat SOP yang benar-benar dijaga,” ujar Priyo.







