Indonesiabuzz.com : Humaniora – Sebagai seorang anak yang baik, kita pasti akan berusaha untuk berbakti kepada orang tua. Namun, kita juga tak bisa menutup mata, bahwa tidak semua orang tua itu tidak selamanya bisa selalu menjadi ‘cahaya’ bagi anak-anaknya. Tidak sedikit orang tua yang justru menjadi pembatas kemajuan kehidupan anak, terutama anak yang memang telah dewasa.
Tanpa mengurangi rasa hormat, redaksi coba berikan beberapa ciri orang tua yang justru menjadi penghambat tumbuh kembang anak yang sedang menuju kedewasaan, dan/atau anak yang memang telah mencapai usia dewasa :
1. Mengontrol berlebihan atas nama “demi kebaikanmu”.
Pilihan hidupmu diatur, dari perihal sekolah, kerja, pasangan, bahkan emosi. Saat kamu beda pendapat, kamu dianggap durhaka.
2. Cinta bersyarat.
Kamu dipuji kalau menuruti, dihukum secara emosional kalau menolak. Kasih sayang jadi alat kendali.
3. Meremehkan perasaan anak.
“Kamu lebay”, “Kurang bersyukur”, “Dulu orang tua lebih susah.”
Emosimu berusaha untuk ‘dibatalkan’, bukan dipahami.
4. Menyalahkan anak atas masalah orang tua.
Kamu dijadikan pelampiasan stres, konflik rumah tangga, atau kegagalan hidup mereka.
5. Membandingkan terus-menerus.
Dengan saudara, anak orang lain, bahkan versi imajiner. Ini perlahan merusak harga diri dan rasa percaya anak.
6. Tidak pernah minta maaf.
Orang tua selalu benar. Kalau orang tua sampai menyakiti, itu dianggap wajar atau kamu yang dianggap terlalu sensitif.
7. Membuatmu merasa bersalah saat pasang batasan.
Saat kamu bilang “tidak”, mereka bermain sebagai korban dengan tiba-tiba sakit, menunjukkan kesedihan berlebih, atau bahkan mengungkit jasa masa lalu.
Apa yang redaksi tulis ini adalah hasil riset dan pengembangan data yang redaksi kumpulkan dari berbagai sumber. (Ananda-Red)







