Sunday, August 16, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Lifestyle Kesehatan

Toxic Positivity: Saat Kita Dipaksa Bahagia Padahal Lelah

by Jeje
June 16, 2025
Reading Time: 2 mins read
Toxic Positivity: Saat Kita Dipaksa Bahagia Padahal Lelah

Toxic Positivity: Saat Kita Dipaksa Bahagia Padahal Lelah ( Foto : Animasi )

IndonesiaBuzz: kesehatan — “Semua akan baik-baik saja,” “Setidaknya kamu masih beruntung,” atau “Jangan sedih terus, dong.” Kalimat-kalimat itu mungkin terdengar menenangkan. Tapi jika diucapkan di saat yang salah, mereka justru bisa terasa menyakitkan. Fenomena ini dikenal sebagai toxic positivity—ketika seseorang dipaksa untuk terus merasa positif, bahkan saat keadaan sebenarnya sedang berat dan melelahkan.

Apa Itu Toxic Positivity?

Toxic positivity adalah penyangkalan atau penekanan emosi negatif secara terus-menerus, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Meskipun niatnya baik, dorongan untuk “selalu bahagia” bisa membuat seseorang merasa bersalah hanya karena merasa sedih, kecewa, atau marah—padahal semua emosi itu adalah bagian wajar dari pengalaman manusia.

Menurut dr. Marsha Tami, psikolog klinis dari Jakarta, toxic positivity sering muncul dari ketidaknyamanan dalam menghadapi perasaan sulit. “Kita sering kali tidak tahu bagaimana merespons kesedihan orang lain, jadi kita refleks memberikan ‘semangat palsu’. Tapi itu bukan solusi, itu bentuk penghindaran,” jelasnya.

Dipaksa Tersenyum di Tengah Kelelahan

Di era media sosial, budaya “selalu tampak bahagia” makin diperkuat. Banyak orang merasa harus terlihat positif, produktif, dan penuh syukur di depan kamera—meskipun sebenarnya sedang berjuang secara emosional. Mereka takut dianggap lemah atau negatif jika menunjukkan sisi rapuh.

BeritaTerkait

Peringati Hari Jadi Kota Madiun, RSUD Gelar Skrining Kesehatan Gratis

Pijat Kretek Viral di Medsos, Dokter Ungkap Risiko Kelumpuhan hingga Kematian

Fenomena ini bukan hanya terjadi di dunia maya, tetapi juga di kantor, sekolah, bahkan keluarga. Alih-alih mendapat ruang untuk mengungkapkan perasaan, banyak orang justru dipaksa memendamnya.

Dampak Psikologis: Emosi yang Dipendam Tidak Hilang

Menekan perasaan negatif secara terus-menerus bisa berdampak serius. Alih-alih hilang, emosi yang dipendam justru akan menumpuk dan meledak dalam bentuk stres, gangguan kecemasan, atau bahkan depresi.

Menurut jurnal dari American Psychological Association (APA), validasi emosi merupakan langkah penting dalam pemulihan psikologis. Artinya, mengakui bahwa kita sedang sedih, kecewa, atau lelah adalah langkah sehat—bukan kelemahan.

“Merasa sedih tidak membuatmu lemah. Justru itu tanda kamu manusia yang utuh,” kata dr. Marsha.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Untuk menghindari jebakan toxic positivity, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Akui perasaanmu sendiri tanpa menghakimi.
  2. Berikan ruang bagi orang lain untuk bercerita, tanpa langsung memberikan nasihat.
  3. Gunakan kalimat empatik seperti, “Aku bisa pahami kenapa kamu merasa begitu,” bukan “Kamu harus tetap kuat.”
  4. Ingat bahwa bahagia bukan satu-satunya emosi yang valid.

Sebagai masyarakat, kita perlu membangun budaya yang lebih empatik—di mana kesedihan tidak dianggap tabu, dan menangis bukan tanda kelemahan, melainkan proses yang sehat.

Tags: apa itu toxic positivitycontoh toxic positivitydampak toxic positivitytoxic positivity dalam kehidupan sehari-harivalidasi emosi negatif
Share220SendScan

Trending

Caruban Care Perkuat Pengabdian Sosial di Tahun Ke-10
News

Caruban Care Perkuat Pengabdian Sosial di Tahun Ke-10

4 hours ago
Auto Draft
News

KAI Daop 7 Madiun Hias Lokomotif Manja Bernuansa Merah Putih

5 hours ago
Bupati Madiun Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka 2026
News

Bupati Madiun Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka 2026

20 hours ago
Gempa M7,7 Guncang Flores, Sejumlah Bangunan di Labuan Bajo Rusak
News

Gempa M7,7 Guncang Flores, Sejumlah Bangunan di Labuan Bajo Rusak

1 day ago
Polres Wonogiri Dorong Kreativitas Pelajar Lewat Turnamen Free Fire Kapolres Wonogiri Cup Seri 2
News

Polres Wonogiri Dorong Kreativitas Pelajar Lewat Turnamen Free Fire Kapolres Wonogiri Cup Seri 2

1 day ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

Caruban Care Perkuat Pengabdian Sosial di Tahun Ke-10

Caruban Care Perkuat Pengabdian Sosial di Tahun Ke-10

August 16, 2026
Auto Draft

KAI Daop 7 Madiun Hias Lokomotif Manja Bernuansa Merah Putih

August 16, 2026

TERPOPULER

Sarana Damkar Ngawi Memprihatinkan, DPRD Sebut Kondisinya Darurat

Persinga Ngawi U-17 Bidik Tiket Nasional di Soeratin Cup Jatim 2026

Comeback Dramatis, Persinga U-17 Tekuk Mojokerto FC 3-1 di Laga Perdana Soeratin

Wushu Ngawi Pertahankan Gelar Juara Umum di Skanega Elite Championship 2026

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In