IndonesiaBuzz: Bangkok – Dalam upaya meningkatkan pemulihan industri pariwisata, Thailand dan China resmi mencapai kesepakatan untuk menghapuskan persyaratan visa bagi para pelancong antara kedua negara mulai Jumat (1/3). Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata di tengah-tengah pandemi global.
Dengan implementasi perubahan ini, pemegang paspor China dapat menikmati perjalanan bebas visa dan masa tinggal maksimum 30 hari per entri di Thailand, begitu juga sebaliknya. Seiring dengan aturan baru ini, total masa tinggal mencapai 90 hari jika terdapat beberapa entri dalam periode 180 hari.
VnExpress melaporkan bahwa, menurut Global Times, melalui situs perjalanan Trip.com, jumlah pemesanan oleh pengunjung asal Thailand ke China pada Jumat (1/3) meningkat tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Destinasi seperti Shanghai, Guangzhou, Kunming, dan Beijing menjadi tujuan utama bagi pengunjung Thailand.
Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Sudawan Wangsuphakijkosol, menyatakan bahwa China kembali memegang peran kunci sebagai pasar utama bagi wisatawan asing ke Thailand sepanjang tahun ini, dengan lebih dari 1,1 juta kedatangan pada 25 Februari.
Keputusan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mendukung pemulihan ekonomi di kedua negara yang terpukul dampak parah pandemi. Kesepakatan ini diharapkan akan memberikan dorongan signifikan bagi industri pariwisata di Thailand dan China, serta memperkuat hubungan bilateral di sektor ini. @cinde







