IndonesiaBuzz: Tahukah kamu – Siapa tak kenal Monumen Nasional, atau yang akrab disapa Monas? Tugu kebanggaan bangsa Indonesia ini menjulang gagah di jantung Ibu Kota, menjadi simbol perjuangan kemerdekaan. Namun, di balik kemegahannya, ada satu fakta yang paling memukau dan mungkin belum banyak diketahui: Ternyata ada emas seberat 72 kilogram di Monas!
Banyak yang mengenal tugu ini dengan julukan “Lidah Api”. Tepat di puncaknya, kobaran api abadi yang menjadi lambang semangat perjuangan rakyat Indonesia itu memang disepuh dengan emas.
Kisah Emas dari Sang Dermawan
Menurut berbagai catatan sejarah, lapisan emas di puncak Monas adalah hasil sumbangan murni dari rakyat dan pengusaha Indonesia. Dari semua donasi, ada satu nama yang paling menonjol: Teuku Markam, seorang pengusaha asal Aceh yang sangat kaya raya pada masa itu.
Pada era 1960-an, Teuku Markam menyumbang emas seberat 28 kilogram untuk pembangunan Monas. Sumbangan ini menjadi salah satu yang terbesar dan memiliki nilai historis yang mendalam, menunjukkan dukungan penuh dari masyarakat Aceh terhadap proyek mercusuar kemerdekaan ini.
Total emas yang digunakan untuk lapisan Lidah Api mencapai 50 kg, sementara sisanya yang seberat 22 kg ditempatkan di Ruang Kemerdekaan di dalam tugu, digunakan untuk melapisi pintu gerbang, peta kepulauan Indonesia, dan Garuda Pancasila. Dengan demikian, total keseluruhan emas di Monas adalah 72 kg.
Mengapa Monas Dibangun?
Gagasan pembangunan Monas pertama kali dicetuskan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1961. Monumen ini dibangun untuk mengabadikan semangat perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari penjajahan. Soekarno ingin Indonesia memiliki monumen yang bisa menyaingi keindahan Menara Eiffel di Paris, dan hasilnya adalah Tugu Monas yang menjulang 132 meter.
Bangunan ini dirancang oleh arsitek-arsitek hebat seperti Frederich Silaban dan Ir. Soedarsono. Monas melambangkan filosofi Lingga dan Yoni, di mana tugu (lingga) melambangkan unsur laki-laki dan api, sementara pelataran dasar (yoni) melambangkan unsur perempuan dan kesuburan. Keduanya mewakili kesatuan bangsa Indonesia.
Fakta Menarik Seputar Monas
- Pembangunan yang Lama: Pembangunan Monas berlangsung dari 1961 hingga 1975, menghabiskan waktu lebih dari satu dekade. Biaya pembangunannya mencapai Rp 7 miliar pada saat itu, yang setara dengan triliunan rupiah di masa sekarang.
- Museum Sejarah: Di bagian bawah tugu, terdapat Museum Sejarah Nasional yang menampilkan 51 diorama yang menggambarkan sejarah Indonesia, dari zaman prasejarah hingga masa Orde Baru.
- Ruang Kemerdekaan: Di dalam museum, ada ruangan khusus yang disebut Ruang Kemerdekaan. Di sinilah tersimpan naskah Proklamasi Kemerdekaan yang asli, bendera Sang Saka Merah Putih, dan peta Indonesia berlapis emas seberat 22 kg.
Monas bukan sekadar tugu biasa. Ia adalah pengingat visual yang kuat akan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa. Jadi, lain kali Anda melihat Monas, ingatlah bahwa di balik kemegahannya, ada kisah inspiratif, arsitektur yang canggih, dan emas yang menjadi saksi bisu dari semangat persatuan dan kemerdekaan. @indonesiabuzz



