IndonesiaBuzz: Bojonegoro, 22 September 2025 – Stok Beras Cadangan Pemerintah (BCP) di gudang Perum Bulog Bojonegoro tercatat aman dengan jumlah sekitar 53.000 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran hingga 10 bulan ke depan.
Kepala Perum Bulog Bojonegoro Ferdian Darma Atmaja menyampaikan bahwa serapan gabah dan beras sejak Januari hingga Agustus 2025 telah mencapai sekitar 48.700 ton setara beras.
“Serapan gabah ini menjadi salah satu strategi Bulog untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus menstabilkan harga di tingkat petani,” ujar Ferdian, Senin (22/9/25) sore.
Menurut dia, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dilakukan melalui berbagai jalur, antara lain pedagang pengecer di pasar rakyat, Koperasi Distributor Mitra Pangan (KDMP), serta kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Harga tebus beras SPHP di pintu gudang Bulog ditetapkan sebesar Rp11.000 per kilogram dengan kemasan lima kilogram, sedangkan harga jual maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium adalah Rp12.500 per kilogram.
“Setiap konsumen hanya dapat membeli maksimal dua bungkus atau 10 kilogram per orang,” tambahnya.
Ferdian menambahkan, Bulog Bojonegoro menerapkan tiga langkah strategis agar penyaluran SPHP berjalan lancar, yaitu koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, menggandeng calon penyalur, serta menyiapkan stok secara berkala.
Selain itu, Bulog terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) guna menjaga stabilitas harga sekaligus menjamin ketersediaan pasokan bagi masyarakat.
“Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan harga tetap stabil dan stok beras tersedia bagi masyarakat,” pungkasnya.(M Tohir/Koresponden Bojonegoro)







