IndonesiaBuzz: Internasional – Berbagai penyedia layanan penting di seluruh dunia harus bersabar karena tidak bisa mengakses data base melalui nirkabel. Hal ini terjadi, karena adanya pemadaman internet global yang mengakibatkan kelumpuhan pada sistem komputer berbasis Windows yang digunakan mayoritas penyedia layanan mengalami gangguan pada Jumat (19/7/2024).
Berdasarkan informasi, penyebab gangguan internet di seluruh dunia tersebut diduga berakar pada perangkat lunak antivirus Falcon milik CrowdStrike, dikutip dari ABC News, Minggu (21/7/2024).
Gangguan ini menyebabkan Blue Screen of Death (BSOD) pada Microsoft Windows yang menyebabkan sistem mati atau mengatur ulang (restart) secara tiba-tiba.
CrowdStrike adalah sebuah firma keamanan siber yang menyediakan perangkat lunak untuk sejumlah perusahaan di seluruh dunia. Sementara Falcon adalah sistem berbasis cloud yang digunakan untuk memblokir serangan siber.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa “pembaruan konfigurasi sensor” merupakan bagian dari mekanisme perlindungannya. Sehingga masalah gangguan internet terjadi ketika perusahaan tersebut, menerapkan pembaruan yang salah pada komputer yang menjalankan Microsoft Windows.
Akan tetapi, mereka menegaskan bahwa inti masalah tersebut bukan merupakan serangan siber atau keamanan.
Dampak dari peristiwa itu, dilaporkan sejumlah layanan seperti penerbangan di Amerika Serikat, Eropa dan sebagian di Asia, mengalami gangguan yang menyebabkan ribuan penerbangan dibatalkan.
Selain itu, dibidang kesehatan juga mengalami gangguan layanan akibat pemadaman internet global, meski beberapa sistem merasakan sedikit kendala atau tak terdampak sama sekali.
Lebih lanjut, bahkan layanan publik seperti kantor SIM di Texas harus menutup sementara layanannya karena gangguan siber global tersebut. Begitupun Bank. Salah satu bank besar di Brazil, mengirim notifikasi kepada nasabahnya lewat aplikasi bahwa ada gangguan dalam mengakses layanan digital mereka, meskipun untuk transaksi melalui ATM masih berjalan normal.
Walaupun demikian, upaya pemulihan sistem masih terus dilakukan dan beberapa diantaranya sudah pulih. @wara-e







